unique visitors counter
⌂ Beranda IPTEK AI Masuk Produksi Berita, Pola Pencarian Informasi Bergeser
IPTEK

AI Masuk Produksi Berita, Pola Pencarian Informasi Bergeser

Ilustrasi kecerdasan buatan mengubah cara orang mencari informasi di media
A A Ukuran Teks16px

Industri media kembali memasuki babak baru seiring kehadiran kecerdasan buatan atau AI yang mengubah cara informasi diproduksi, disebarkan, dan ditemukan publik.

Perubahan ini bukan hal baru karena media sebelumnya sudah menghadapi gelombang disrupsi dari agregator hingga media sosial.

Namun, AI dinilai membawa perubahan lebih luas karena masuk langsung ke proses produksi sekaligus menjadi pintu baru bagi masyarakat mencari informasi.

Tiga Gelombang Disrupsi Media

Vice Chairman Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Suwarjono melihat setidaknya tiga perubahan besar yang dialami industri media, yakni kehadiran agregator, media sosial, dan kini AI.

Pernyataan itu disampaikannya dalam The 5 IABC Indonesia Conference & Awards 2026 bertema "Driving Communications Impact: Building Trust in the Age of AI" di Jakarta, (18/9/2026).

Menurut Suwarjono, kehadiran agregator membuat media mulai memahami bahwa distribusi berita tidak lagi hanya bergantung pada situs milik sendiri.

Ketika media sosial berkembang, perubahan menjadi semakin besar karena media harus hadir di berbagai platform agar kontennya menjangkau publik.

Kini, AI kembali mengubah pola tersebut, termasuk dari sisi produksi hingga model bisnis.

Dalam proses produksi, AI dapat membantu media membaca statistik, mengidentifikasi isu yang berkembang dari berbagai wilayah, hingga melihat pola audiens.

Meski demikian, Suwarjono menilai teknologi itu membuat tantangan jurnalisme semakin kompleks karena informasi dapat dibuat dan disebarkan dengan sangat cepat.

Karena itu, keberadaan liputan langsung dan proses verifikasi justru semakin penting.

Ia menegaskan jurnalisme ke depan tetap relevan karena platform baru ternyata mengandalkan media jurnalisme sebagai salah satu sumber utama.

AI Percepat Kerja Komunikasi Pemerintah

Perubahan tidak hanya dirasakan industri media. Dunia komunikasi pemerintah juga mulai memanfaatkan AI untuk mempercepat pekerjaan sehari-hari.

Ketua Ikatan Pranata Humas Indonesia (IPRAHUMAS) Fachrudin Ali mengatakan AI membantu pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup panjang, terutama dalam mengolah informasi.

Menurut Fachrudin, teknologi kecerdasan buatan membantu pemerintah mempercepat pengolahan informasi dan transkrip.

Ia menyebut dengan hanya menggunakan AI, seluruh transkrip selesai tidak sampai lima menit.

Sementara itu, Direktur CARMA Sabrina Azmi menjelaskan kepercayaan publik terhadap opini kecerdasan buatan lebih tinggi pada jurnalis dan akademisi.

📰 Update Terbaru