Sutradara Zach Cregger membuka peluang melanjutkan film reboot Resident Evil ke sekuel setelah kesuksesan box office.
Padahal, ia awalnya berencana menjadikan Resident Evil sebagai film tunggal.
Cregger mengaku merasa cukup dengan satu film untuk mengeksplorasi kegentingan di Raccoon City.
Namun, dorongan kreatif dan antusiasme publik membuatnya tak menutup rapat pintu untuk kelanjutan waralaba survival horror tersebut.
"Tapi saya tidak bisa menahan diri. Selalu ada ide yang bermunculan, dan saya sudah punya beberapa pemikiran tentang apa yang bisa terjadi...
ke depannya," ujar Cregger saat diwawancarai ComicBook. com.
"Jadi siapa yang tahu, apa pun bisa terjadi," ia menegaskan.
Sinyal dari Cregger ini menarik karena ia sejauh ini belum pernah mengarahkan langsung sekuel dari karya-karya terdahulunya.
Ia sebelumnya menggarap Barbarian hingga Weapons.
Dalam proyek Weapons, ia hanya terlibat mengembangkan naskah prakisah tanpa kembali menduduki kursi sutradara.
Keputusan Cregger merancang Resident Evil versi 2026 sebagai cerita mandiri yang berfokus pada perjuangan karakter penyintas biasa bernama Bryan (Austin Abrams) memberi konklusi utuh di akhir cerita.
Pendekatan ini sengaja diambil agar penceritaan tak terbebani deretan karakter legendaris gim yang berpotensi membatasi ruang geraknya.
Langkah Cregger yang mulai memikirkan gagasan sekuel sejalan dengan rekam jejak Sony Pictures yang hampir selalu menyisakan celah kelanjutan cerita di setiap film Resident Evil.
Resident Evil mencetak beberapa rekor baik secara box office maupun sambutan penonton.
Film tersebut mencatat pekan debut terbaik dari waralaba Resident Evil di layar lebar dalam beberapa dekade terakhir dengan mengumpulkan US$60 juta.
Variety pada Minggu (20/9) memberitakan angka US$60 juta ini menumbangkan rekor Resident Evil: Afterlife (2010) yang sebelumnya memegang debut tertinggi waralaba lewat raihan US$26 juta.
Keberhasilan ini kian mengukuhkan posisi Cregger di genre horor modern setelah sukses lewat Barbarian (2022) dan Weapons tahun lalu.
Tak hanya secara box office, Resident Evil juga disambut hangat penonton yang tercermin dari skor 96 persen di Rotten Tomatoes, serta nilai B+ di CinemaScore.
Analis tren pasar Rentrak, Paul Dergarabedian, menilai keputusan Sony menyerahkan waralaba raksasa ini ke tangan Cregger terbukti ampuh menyuntikkan kesegaran baru bagi penonton muda.
Senada, pengamat industri dari FranchiseRe, David A.
Gross, menyebut hasil ini sebagai momen kebangkitan besar bagi seri Resident Evil yang sempat terpuruk lewat Welcome to Raccoon City pada 2021.
Merespons capaian komersial yang melampaui ekspektasi serta ulasan positif kritikus, pihak studio diyakini tak akan membiarkan momentum emas ini berlalu begitu saja tanpa penggarapan babak baru.
Resident Evil tayang 16 September di bioskop Indonesia.