Putri Jangan Gentayangan Lagi adalah film horor Indonesia berdasarkan kisah nyata mendiang Amanda Rizki Saputri. Kisahnya viral lewat podcast horor, dan kini sudah tayang di bioskop mulai 5 November 2026 dengan rating R13.
Kisah Putri dikenal luas setelah ibunya, Mak Eli, menceritakan sejumlah kejanggalan dan aksi gentayangan Putri di podcast Lentera Malam, setelah anaknya meninggal pada 4 Mei 2003 di usia 20 tahun. Podcast itu merilis video berjudul Putri Jangan Gentayangan Lagi pada 3 Maret 2024, dan per 4 November 2026 sudah ditonton lebih dari 7,6 juta kali.
Mak Eli dan Putri
Mak Eli, pengemudi ojek online, harus berjuang menghidupi ketiga anaknya seorang diri. Hidupnya berubah saat anak sulungnya, Putri, pulang membawa bayi. Di balik kepulangan itu ada kenyataan pahit: Putri menderita penyakit serius, dan kondisinya terus memburuk hingga meninggal dalam keadaan mengenaskan.
Kematian Putri menjadi awal teror bagi warga desa. Arwah Putri mulai gentayangan dan menampakkan diri di sekitar rumah dan makamnya.
Arwah yang Gentayangan
Di balik penampakannya, Putri masih menyimpan kesedihan dan keinginan yang tak terpenuhi semasa hidup. Ia ingin menggendong putranya yang baru lahir, Raman, dan mengadakan syukuran untuk bayinya, keinginan yang tak pernah terwujud karena ia keburu meninggal.
Selain kesehatannya yang terabaikan, Putri juga punya masalah yang belum selesai dengan keluarga suaminya. Konflik yang tak terselesaikan itu membuat kematiannya menjadi misteri sekaligus teror bagi orang di sekitarnya. Apa sebenarnya yang terjadi pada Putri semasa hidup hingga arwahnya terus gentayangan?
Dari Podcast ke Layar Lebar
Film ini disutradarai Rizal Mantovani, dengan naskah yang ditulis Alim Sudio. Rizal dikenal lewat film-film populer antara lain Jelangkung, Kuntilanak, 5 CM, dan Jailangkung. Sementara itu, Alim Sudio adalah penulis naskah yang terlibat di berbagai film, antara lain Surga yang Tak Dirindukan, Miracle in Cell No. 7, Kang Mak, dan Laura.
