Militer Amerika Serikat nyaris terlibat konflik bersenjata dengan China setelah laporan intelijen berbasis kecerdasan buatan salah mengidentifikasi muatan kapal China di Timur Tengah sebagai komponen senjata nuklir.
Insiden itu terjadi antara Maret dan Mei 2026, saat AS tengah berkonflik dengan Iran.
Kesalahan laporan sintesis sistem otomatis tersebut memicu perancangan operasi pencegatan kapal secara mendadak oleh pasukan militer AS.
Personel bersenjata telah bersiap melakukan pengambilalihan kapal, sementara armada pesawat militer dilaporkan sudah mengudara.
Operasi itu baru dibatalkan pada menit-menit terakhir setelah verifikasi manual menemukan bahwa temuan awal bersumber dari kekeliruan sistem kecerdasan buatan.
Kronologi Kesalahan Analisis
Insiden bermula ketika seorang analis dari Komando Operasi Khusus AS untuk kawasan Pasifik memproses daftar manifes kapal menggunakan chatbot.
Alat buatan tersebut menggabungkan data intelijen sumber terbuka dengan sinyal rahasia internal pemerintah, lalu menghasilkan kesimpulan yang sepenuhnya salah.
Analis tersebut kemudian menyusun hasil simpulan otomatis menjadi laporan intelijen berformat standar.
Laporan keliru itu didistribusikan hingga dipercayai oleh para pejabat militer sebagai acuan utama perencanaan tindakan operasional di lapangan.
Hingga saat ini, pihak Pentagon maupun Komando Operasi Khusus AS Pasifik belum memberikan tanggapan resmi mengenai kekeliruan sistem tersebut.
Identitas analis serta jenis muatan asli kapal China itu juga belum diungkapkan kepada publik.
