Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia berhasil meraih medali emas Asian Games 2026 setelah menaklukkan China dengan skor 3-2.
Partai final berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, pada 24 September 2026.
Kemenangan ini menyimpan sejumlah fakta menarik yang menambah makna perjuangan tim Merah Putih.
Fakta Menarik di Balik Emas Asian Games 2026
Tiga partai terakhir menjadi kunci kebangkitan Indonesia.
Alwi Farhan, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan Moh Zaki Ubaidillah sama-sama memulai kemenangan mereka dengan skor 23-21 pada gim pertama.
Perjuangan keras untuk membalikkan keadaan pun membuahkan hasil.
Gelar beregu putra Asian Games 2026 mengakhiri penantian panjang Indonesia sejak edisi Bangkok 1998.
Saat itu, skuad diperkuat nama-nama besar seperti Tony Gunawan dan Taufik Hidayat. Fajar Alfian, pemain tertua saat ini, baru berusia tiga tahun pada 1998.
Kemenangan ini datang setelah Indonesia gagal meraih medali bulu tangkis di Asian Games Hangzhou 2022 dan tersingkir di fase grup Thomas Cup 2026.
Hasil tersebut menandai kebangkitan penting bagi tim beregu putra Indonesia.
Indonesia berhasil mengalahkan China, juara Thomas Cup 2024 dan 2026 serta juara beregu putra Asian Games 2018 dan 2022.
Kekuatan China terlihat dari keberadaan pemain tunggal ketiga mereka yang pernah juara turnamen World Tour Super 1000.
Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah yang berusia muda menjadi andalan baru Indonesia.
Keduanya juga membantu meraih emas beregu putra SEA Games 2025 dan mencatat kemenangan di setiap pertandingan menuju emas Asian Games 2026.