unique visitors counter
⌂ Beranda › News › AS dan Iran Bahas Kesepakatan Bertahap Buka Hormuz dan Akhiri Blokade
News

AS dan Iran Bahas Kesepakatan Bertahap Buka Hormuz dan Akhiri Blokade

Ilustrasi Selat Hormuz yang menjadi titik sengketa AS dan Iran
AS dan Iran Bahas Kesepakatan Bertahap Buka Hormuz dan Akhiri Blokade
A A Ukuran Teks16px

Negosiator Amerika Serikat dan Iran di New York sedang menjajaki jalan bertahap untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tujuh bulan.

Skema itu melibatkan Iran membuka kembali Selat Hormuz dan Washington mencabut blokade ekonominya terhadap Teheran, menurut sumber yang dekat dengan pembicaraan.

Selat Hormuz kini menjadi alat tawar utama dalam upaya mengakhiri konflik.

Iran mencari keringanan dari blokade AS yang mencekik ekonominya, sementara Washington menginginkan kapal-kapal bisa melintas bebas di jalur pasokan minyak global yang saat ini diblokir Teheran.

Pembicaraan menghadapi hambatan besar karena tidak ada pihak yang ingin lebih dulu melepaskan pengaruhnya.

Hal itu disampaikan dua sumber Iran, dua pejabat regional, dan dua sumber diplomatik Barat kepada Reuters.

Namun di balik sikap Iran, ada pengakuan akan biaya ekonomi dari konfrontasi berkepanjangan.

Seorang pejabat senior Iran menilai jalan paling masuk akal untuk mengakhiri kebuntuan adalah pengaturan bertahap.

Iran mengizinkan navigasi melalui Hormuz sebagai imbalan AS mencabut blokade ekonomi, dan Teheran berpotensi mendapatkan akses ke aset yang dibekukan.

"Salah satu jalan ke depan adalah menyelesaikan krisis secara bertahap. Yang pertama adalah mengakhiri blokade dan membuka kembali Hormuz," kata pejabat itu di sela-sela Sidang Umum PBB.

Langkah itu berarti Presiden AS Donald Trump menerima perbaikan sementara lainnya, setelah kesepahaman sebelumnya runtuh pada Juli.

Tantangan utama bagi para negosiator bukan hanya merancang kesepakatan, tetapi juga memastikan setiap konsesi cukup tahan lama agar dipercaya kedua pihak.

Trump mengatakan dia berpikir AS dan Iran bisa mencapai kesepakatan setelah pemilihan sela Kongres pada 3 November.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru