unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Debut Xavi Hernandez dan Klopp di Nations League, Fondasi Euro 2028
News

Debut Xavi Hernandez dan Klopp di Nations League, Fondasi Euro 2028

Xavi Hernandez dan Jurgen Klopp menjalani debut sebagai pelatih timnas di UEFA Nations League
Debut Xavi Hernandez dan Klopp di Nations League, Fondasi Euro 2028
A A Ukuran Teks16px

Xavi Hernandez dan Jurgen Klopp menjalani debut sebagai pelatih tim nasional pada ajang UEFA Nations League. Keduanya memulai babak baru karier kepelatihan di level internasional.

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) menunjuk Xavi untuk menggantikan Ronald Koeman. Koeman dinilai gagal membawa De Oranje melaju dari babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Kehadiran Xavi mencatatkan sejarah baru sebagai pelatih asing pertama Belanda sejak Ernst Happel pada Piala Dunia 1978.

Sementara itu, Klopp menapaki karier baru melatih tim nasional usai mengakhiri masa bakti di level klub.

Mantan pelatih Liverpool tersebut mengemban misi besar mengembalikan kejayaan timnas Jerman di panggung internasional.

Meskipun ajang UEFA Nations League kerap dinilai bukan turnamen utama, laga ini krusial sebagai fondasi awal strategi serta pemanasan jelang Kualifikasi Euro 2028.

Belanda dan Jerman tergabung di Grup A2 bersama Serbia serta Yunani, dengan dua tim teratas berhak melaju ke perempat final.

Filosofi Permainan Xavi di Timnas Belanda

Xavi menilai adanya kemiripan filosofi permainan berbasis penguasaan bola dan taktik menyerang antara Timnas Belanda dengan mantan klubnya, Barcelona.

"Kami memiliki banyak ikatan dengan negara ini dalam hal sepak bola," ujar Xavi, Pelatih Timnas Belanda.

Mantan pelatih yang membawa Barcelona meraih gelar Liga Spanyol 2022-2023 tersebut merasa proses adaptasinya berjalan lancar lantaran adanya kesamaan prinsip permainan.

"Orang-orang ingin melihat permainan menyerang, mereka ingin melihat permainan berbasis posisi dan filosofi sama dengan kami di Barcelona.

Saya merasakan adanya ikatan ini," kata Xavi, Pelatih Timnas Belanda.

Selain membangun taktik tim, Xavi turut menyoroti perkembangan para pemain muda yang pernah ia promosikan di Barcelona, seperti Lamine Yamal, Fermin Lopez, dan Pau Cubarsi, yang sukses menjuarai Piala Dunia 2026 bersama Spanyol.

Ia juga memuji kinerja pelatih Barcelona Hansi Flick.

"Kami telah melakukan bagian untuk membantu generasi ini meraih prestasi," ujar Xavi, Pelatih Timnas Belanda.

Ia merasa puas bisa memberikan kontribusi positif pada masa transisi klub Katalunya tersebut di masa lalu.

"Jika bisa berkontribusi dalam pemulihan klub pada periode yang bisa dibilang salah satu terburuk dalam sejarahnya, kami sudah merasa senang," kata Xavi, Pelatih Timnas Belanda.

Secara khusus, Xavi memberikan dukungan penuh kepada Lamine Yamal untuk menyabet penghargaan individu paling bergengsi.

"Lamine itu istimewa, dia berbeda. Dia berusia 19 tahun dan tak diragukan lagi akan memenangkannya.

Namun, tahun ini akan menjadi saat yang tepat baginya untuk meraihnya," ujar Xavi, Pelatih Timnas Belanda.

Di sisi lain, turnamen Nations League edisi kelima ini menerapkan format empat divisi (League A, B, C, dan D).

Sebanyak 16 negara di League A bertarung memperebutkan trofi, di mana posisi dua besar grup berhak mengamankan tiket perempat final hingga melaju ke fase gugur.

Selain memperebutkan gelar, Nations League menjadi jaring pengaman menuju Euro 2028.

Juara grup Nations League yang gagal lolos lewat jalur kualifikasi utama pada 2027 tetap berhak mengamankan tempat di babak play-off.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru