Qualcomm resmi memperkenalkan platform audio Snapdragon Sound Elite Gen 2 di ajang Snapdragon Summit Hawaii.
Platform ini mengubah fungsi earbud nirkabel menjadi asisten kecerdasan buatan pribadi yang mandiri.
Pengguna dapat mengoperasikan perangkat audio pintar tanpa selalu bergantung pada ponsel.
Lompatan Komputasi AI dan Efisiensi Daya
Qualcomm melipatgandakan performa komputasi AI hingga 128 GOPS dan 256 operasi MAC per siklus.
Kapasitas itu melampaui capaian platform Snapdragon S7 Gen 1 terdahulu.
Peningkatan daya komputasi membuat gawai sanggup menjalankan beberapa fungsi cerdas secara serentak.
Konsumsi daya baterai turun drastis hingga 40 persen, sementara dimensi fisik cip dipangkas 30 persen lebih kecil.
Ukuran ringkas itu mempermudah pabrikan menyematkan teknologi tinggi ke dalam bodi earbud mungil.
Snapdragon Sound Elite Gen 2 menjamin transmisi audio resolusi tinggi lewat teknologi aptX Lossless dan XPAN.
Teknologi tersebut memperluas radius jangkauan audio melebihi batas sinyal Bluetooth konvensional.
Qualcomm juga menyematkan Adaptive Active Noise Cancellation generasi kelima serta teknologi peredam bising cVc.
Kombinasi mikrofon ganda ini memastikan suara panggilan dan komunikasi perintah AI terdengar jernih.
Pabrikan merancang arsitektur baru ini dengan modul hemat daya micro-power Wi-Fi 6E terintegrasi.
Fitur ini memungkinkan earbud terhubung langsung ke layanan komputasi awan penyedia asisten pintar.
Alhasil, pengguna dapat menikmati berbagai layanan asisten virtual secara instan tanpa perantara smartphone.
Koneksi Bluetooth tetap tersedia guna memberikan fleksibilitas operasional yang luas bagi produsen.
Platform mutakhir ini siap mendukung berbagai bentuk gawai modern seperti headphone over-ear, kacamata pintar, hingga earbud berkamera.
Qualcomm turut menyediakan desain referensi khusus guna mempercepat proses produksi massal di pasar global.
Kehadiran Snapdragon Sound Elite Gen 2 menandai transformasi besar perangkat dengar menjadi asisten kontekstual yang adaptif.
