unique visitors counter
⌂ Beranda › News › 70 Persen Konsumen Indonesia Pilih Galaxy S FE karena Kamera
News

70 Persen Konsumen Indonesia Pilih Galaxy S FE karena Kamera

Ponsel Samsung Galaxy S FE dengan sistem kamera sebagai pertimbangan utama konsumen
70 Persen Konsumen Indonesia Pilih Galaxy S FE karena Kamera
A A Ukuran Teks16px

Kamera menjadi pertimbangan utama konsumen Indonesia dalam memilih lini ponsel Samsung Galaxy S FE.

Samsung Electronics Indonesia menyebut kamera berkontribusi sekitar 70 persen sebagai salah satu faktor utama berdasarkan data internal perusahaan.

Informasi itu disampaikan Harry Lee, President of Samsung Electronics Indonesia, seperti dilansir Detik iNET.

"Data internal kami menunjukkan bahwa kamera berkontribusi sekitar 70% sebagai salah satu faktor utama pertimbangan konsumen ketika memilih Galaxy S FE," kata Harry Lee.

Ia menambahkan Photo Assist juga menjadi salah satu fitur yang banyak digunakan untuk mengedit foto.

Konsumen Menilai Performa hingga AI sebagai Satu Kesatuan

Selain faktor kamera, konsumen dinilai semakin kritis menilai keterpaduan performa, layar, kecerdasan buatan, dan dukungan jangka panjang sebagai satu kesatuan pengalaman.

Perangkat Galaxy S26 FE dibekali tiga kamera belakang, mencakup kamera utama 50 MP berfitur OIS, ultrawide 12 MP, serta telephoto 8 MP dengan OIS dan 3x optical zoom yang mendukung digital zoom hingga 30x.

Kamera depan beresolusi 12 MP dirancang dengan sudut pandang 85 derajat yang lebih luas dibanding generasi sebelumnya.

Perusahaan juga mengintegrasikan fitur pendukung seperti My FanCam, Horizontal Lock, dan Photo Assist.

Penggunaan fitur AI dinilai tidak membuat konsumen harus mengorbankan kemampuan kamera.

Sektor kamera berfungsi menangkap momen, sedangkan kecerdasan buatan hadir untuk menyempurnakan hasil tangkapan tersebut melalui proses yang lebih singkat.

"Kamera memberikan kemampuan untuk menangkap momen, sementara AI membantu pengguna mendapatkan hasil yang sebelumnya membutuhkan lebih banyak langkah dan proses," ujar Harry Lee.

Produsen berfokus menyinergikan sistem kamera dan kecerdasan buatan agar dapat mengoptimalkan fungsi perangkat keras yang dimiliki pengguna.

"Bagi kami, inovasi bukan tentang membuat pengguna memilih antara hardware atau AI, tetapi membuat keduanya bekerja bersama untuk memperluas apa yang dapat mereka lakukan," kata Harry Lee.

Faktor pembeda ponsel pintar di tengah maraknya fitur AI dinilai terletak pada tingkat relevansi teknologi tersebut dalam aktivitas harian pengguna.

"Di tengah AI yang semakin mudah diakses, diferensiation bukan lagi tentang siapa yang memiliki AI paling banyak, tetapi siapa yang mampu membuat AI paling relevan bagi kehidupan pengguna," ujar Harry Lee.

Implementasi teknologi AI pada ekosistem Samsung diterapkan melalui fitur yang sudah dikenal luas seperti Now Nudge, Circle to Search, dan Gemini Live.

Langkah ini diambil agar teknologi bekerja secara intuitif di balik layar untuk membantu tindakan nyata pengguna.

"Kami ingin AI menjadi teknologi yang bekerja di balik layar, sehingga yang dirasakan pengguna bukan kompleksitasnya, tetapi manfaatnya," kata Harry Lee.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru