Mantan pemain Timnas Indonesia, Greg Nwokolo, menyoroti hubungan antara pemain dan suporter setelah tim mengalami kekalahan atau hasil mengecewakan.
Greg mengaku tidak setuju dengan kebiasaan pemain menghampiri tribun dan meminta maaf secara langsung kepada suporter setiap kali gagal meraih kemenangan.
Menurut Greg, sepak bola merupakan pertandingan yang memiliki dua kemungkinan hasil, yakni menang dan kalah.
Karena itu, pemain yang sempat tampil delapan kali bagi Timnas Indonesia ini meminta suporter memberikan dukungan kepada tim dalam berbagai situasi.
Pernyataan tersebut dikaitkan dengan situasi setelah Timnas Indonesia bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A Piala AFF 2026, Agustus lalu.
"Masa setiap habis game suporter harus pergi meminta maaf ke suporter?
Saya tidak mau, saya tidak akan melakukan tersebut," ujar Greg dalam kanal YouTube-nya yang tayang pada Selasa (22/9/2026).
"Pemain sudah capai kemudian (mereka) meminta para pemain meminta maaf," ujarnya melanjutkan.
"Alasannya, mereka membayar tiket sendiri. Terus siapa yang mau bayarin?"
Suporter Harus Tetap Mendukung
Setelah pertandingan tersebut, sejumlah suporter Indonesia yang hadir di stadion meluapkan kekecewaan kepada pemain dan pelatih.
Situasi sempat memanas ketika pemain berada di sekitar tribun. Sejumlah pemain kemudian berupaya menghadapi dan menenangkan situasi tersebut.
Greg mengatakan suporter memiliki hak untuk merasa kecewa. Namun, menurut dia, tuntutan agar pemain selalu meminta maaf setelah gagal meraih kemenangan perlu dipertanyakan.
"Kalau mau suport tim ya datang, kalau tidak mau, tidur saja di rumah. Tapi ketika datang ke stadion apapun hasilnya, terima lah," ujarnya.
Menurut Greg, dukungan seharusnya diberikan sepanjang pertandingan, terlepas dari hasil yang didapatkan tim.
Pengamat sepak bola Haris Pardede yang hadir di podcast sama menilai fenomena itu bermula dari beberapa laga di Super League.
"Saya setuju ini tak perlu dilakukan. Tapi, kelihatannya ini fenomena di Super League," ujar pria yang akrab disapa Bung Harpa ini.
"Latihan pun mereka datang menceramahi pakai toa. Kalau ceramahinnya netral dan mendukung mungkin berbeda dan tidak apa-apa," ujarnya.
Kalau Tak Siap Kalah, Nonton dari Rumah
Greg kemudian bercerita soal ia ketika jadi pemain diminta duduk menghadap suporter saat bermain.
Ketika itu suporter meminta para pemain duduk di lantai menghadap mereka tetapi ia menolak dengan tegas.
"Saya pergi, saya tidak suka," ujarnya.
"Kita berjuang untuk masyarakat tetapi kalau tak ada hasil tetap dukung dong. Jangan hanya mendukung ketika ada hasil," ujarnya.
Pernyataan Greg kembali menjadi perbincangan menjelang pertemuan Indonesia dan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026.
Kedua negara akan bertemu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2026) pukul 20.00 WIB.
Pertandingan tersebut menjadi laga perdana Indonesia di Grup A pada edisi pertama FIFA ASEAN Cup.
Duel Indonesia vs Singapura berlangsung sekitar tujuh pekan setelah pertemuan terakhir kedua tim pada Piala AFF 2026.
Saat itu, Indonesia bermain imbang 1-1 dengan Singapura dan hasil tersebut membuat skuad Garuda gagal melaju ke semifinal.