Xiaomi memperkenalkan Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max Transparent Special Edition dengan panel belakang merah transparan.
Keduanya mempertahankan perangkat keras versi standar, lalu menambahkan aksesori senada dan tampilan layar belakang bergaya teknis.
Harga edisi ini mulai Rp26,5 jutaan (¥9,999) untuk Xiaomi 18 Pro dan Rp29,1 jutaan (¥10,999) untuk Xiaomi 18 Pro Max.
Keduanya hadir dengan RAM 16GB dan penyimpanan 1TB.
Desain merah transparan dan konsekuensi praktisnya
Xiaomi memakai warna merah dengan tekstur khusus pada panel belakang.
Efek timbul tiga dimensi itu dihasilkan melalui proses film tingkat mikron, sehingga permukaan tidak tampil datar seperti lapisan warna biasa.
Nama transparan tidak berarti seluruh komponen internal terlihat terbuka seperti ponsel modifikasi. Xiaomi menampilkan kesan jeroan perangkat lewat desain panel dan wallpaper khusus.
Layar utama serta layar sekunder di belakang menampilkan representasi digital komponen internal. Tema transparan pun terasa konsisten ketika perangkat menyala.
Aksesori di dalam kotak mengikuti bahasa desain tersebut. Pengguna mendapatkan kepala charger dan kabel data berwarna merah transparan.
Panel mencolok seperti ini punya konsekuensi praktis. Sidik jari, debu, dan goresan berpotensi lebih mudah terlihat pada permukaan bertekstur.
Pengguna yang biasa memakai casing tebal juga tidak akan selalu bisa menikmati desain belakangnya. Xiaomi belum menjelaskan material perlindungan panel secara rinci dalam pengumuman ini.
Kamera Leica dengan dua sensor 200MP
Sistem kamera menjadi salah satu bagian paling serius dari ponsel ini. Xiaomi memasang tiga kamera dengan branding Leica.
Konfigurasinya terdiri dari kamera utama 200MP, kamera periscope telephoto 200MP dengan optical zoom 3,2x, dan kamera ultrawide 50MP.
Daya tarik utama edisi ini ada pada tampilan.
Namun, nilai pakainya tetap ditentukan oleh baterai besar, kamera Leica, layar sekunder, dan sistem pendingin yang dibawa dari model reguler.
Edisi ini lebih tepat disebut special edition untuk pengguna yang menginginkan identitas visual kuat. Bukan peningkatan performa baru.
