HyperOS 4 menjadi peningkatan cukup besar bagi perangkat Xiaomi karena dibangun di atas Android 17.
Ada banyak pembaruan sistem, tetapi lima di antaranya dinilai paling berdampak bagi pengguna.
Lima Peningkatan Utama HyperOS 4
Peningkatan pertama adalah Soft Light Glass effect yang menghadirkan desain liquid glass ke ponsel Xiaomi.
Efek ini membawa refraksi kaca dinamis, kartu berlapis, dan material blur transparan di seluruh antarmuka.
Tampilan baru itu juga mencakup lock screen, home screen, ikon aplikasi, Control Centre, folder, dan widget.
Sebagian besar perangkat yang memenuhi syarat HyperOS 4 disebut akan menerima efek ini.
Namun, pengalaman penuh dengan integrasi lebih dalam hanya tersedia untuk perangkat tertentu karena keterbatasan hardware.
Perangkat tersebut mencakup Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite, Dimensity 9500, Xring O1, atau chipset flagship yang lebih baru.
Kedua, Super XiaoAi 2.0 membawa integrasi AI yang lebih dalam.
Asisten sistem baru ini dibangun di atas model bahasa besar MiMo milik Xiaomi, khususnya MiMo V2.5.
Super XiaoAi 2.0 memperoleh memori jangka panjang yang ditingkatkan, kemampuan eksekusi lintas aplikasi, dan pengenalan layar berbasis konteks.
Mode Expert baru mampu menangani perintah multi-langkah.
Sebagai contoh, ia dapat menelusuri preferensi pribadi dan merencanakan perjalanan berikutnya berdasarkan ketersediaan pengguna dengan memeriksa kalender.
Fitur ini juga dapat menghasilkan laporan riset mendalam, presentasi PowerPoint, situs web, dan video dari satu prompt.
HyperOS 4 turut memperkenalkan Inspiration Ball yang menganalisis konten di layar dan menyarankan tindakan relevan.
Saran itu bisa berupa navigasi peta, entri kalender, atau tautan belanja.
Aplikasi pihak pertama juga mendapat peningkatan AI, misalnya aplikasi Recorder yang dapat mengenali skenario rapat, mengekstrak poin penting, dan membuat ringkasan.
AI Voice Notes dapat menarik kesimpulan dan daftar tugas dari gambar terlampir, sementara keyboard Super XiaoAi menambahkan pemolesan input suara.
Ketiga, HyperOS 4 menghadirkan peningkatan performa.
Sistem preloading memori baru memanfaatkan AI untuk memuat aset yang sering diakses lebih awal.
Xiaomi mengklaim hal ini menghasilkan memori tersedia 27,2% lebih tinggi dan peluncuran aplikasi 17% lebih cepat setelah penggunaan lama.
Xiaomi juga meningkatkan mesin HyperCore dengan mengurangi instruksi CPU redundan sekitar 14,4% dibandingkan HyperOS 3.
Aplikasi Gallery kini memberikan scrolling hingga 90% lebih mulus, sedangkan waktu cold startup aplikasi Camera berkurang 200ms.
Waktu pemrosesan HDR Photo turun menjadi 240ms dari 310ms pada HyperOS 3.
Keempat, lock screen didesain ulang.
Selain efek Soft Light Glass, lock screen kini menawarkan gaya jam yang fleksibel.
Pengguna dapat meregangkan, mengubah skala, atau memindahkan tata letak jam teks maupun angka di seluruh layar.
Pendekatan ini mirip dengan yang tersedia di iPhone yang menjalankan iOS 26 atau lebih baru.
Alih-alih kartu individual yang membuat lock screen penuh, HyperOS 4 memperkenalkan notifikasi bertumpuk vertikal.
Lock screen juga memiliki efek kedalaman spasial lanjutan yang memungkinkan sistem memisahkan subjek, teks, tanggal, atau tata letak jam di belakang objek latar depan.
Kelima, ada fitur Dual-Phone Syncing.
Fitur baru ini memungkinkan dua ponsel Xiaomi, Redmi, atau POCO berbagi panggilan masuk dan kode verifikasi SMS (OTP) secara real time.
Berbeda dari alat casting lama, fitur ini tidak memerlukan koneksi Bluetooth atau jaringan Wi-Fi yang sama.
Dual-Phone Syncing berkomunikasi melalui internet sehingga ponsel tetap dapat menyinkronkan panggilan dan teks meski terhubung ke jaringan seluler yang berbeda.
Untuk menggunakannya, kedua ponsel harus masuk ke akun Xiaomi yang sama.
Ponsel yang ditujukan untuk menerima notifikasi cermin harus diperbarui ke HyperOS 4, sedangkan perangkat pengirim dapat berjalan di HyperOS 3.
Fitur Dual-Phone Syncing Xiaomi saat ini terbatas di China, tetapi disebut bisa segera diperluas ke wilayah lain.
