Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari total 115 kasus dugaan pelanggaran aturan finansial oleh komisi independen.
Putusan itu mencakup periode 2009 hingga 2023, meliputi laporan keuangan, pembayaran pemain dan manajer, aturan profitabilitas, regulasi UEFA, hingga kewajiban bekerja sama dalam investigasi.
Mantan Chairman Manchester City periode 1998-2003, David Bernstein, menyuarakan kekecewaannya atas lambatnya penyelesaian kasus hukum yang menjerat klub tersebut.
Sorotan Bernstein
"Akan sangat tidak masuk akal jika proses banding dibiarkan berlarut-larut hingga bertahun-tahun," kata Bernstein.
Ia menilai penanganan perkara yang berlangsung lama justru memicu masalah baru yang kian kompleks bagi pihak klub.
"Hal ini seperti sengaja diulur-ulur, karena semakin lama masalah ini berlangsung, semakin rumit pula persoalannya," ujarnya.
Bernstein mengaku pernah mengkritik kebijakan belanja besar-besaran Manchester City yang dinilainya berpotensi menjadi ancaman besar bagi masa depan klub.
"Hal ini sangat personal bagi saya. Ini adalah klub saya.
Jadi, ini benar-benar menyakitkan secara pribadi. Saya merasa sangat terkejut mendengar kabar ini," katanya.
Meski tidak mengetahui bentuk pasti sanksi yang akan dijatuhkan, Bernstein menegaskan hukuman untuk Manchester City seharusnya bernilai berat.
"Menurut saya, hukumannya haruslah berat, namun bagaimana bentuknya nanti, saya tidak tahu," ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi dampak berantai berupa tuntutan hukum dari klub-klub pesaing terhadap Manchester City.
"Entah apakah akan ada gugatan hukum antara klub-klub lain dan Manchester City, saya tidak tahu, namun tidak ada habisnya masalah yang mungkin timbul akibat hal ini," kata Bernstein.
