Manajemen Manchester City secara resmi membantah tuduhan pelanggaran aturan finansial yang disangkakan kepada klub.
Pernyataan itu disampaikan Chairman Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, menyusul laporan yang menyebut klub bersalah atas 114 dari total 115 dakwaan regulasi keuangan.
Ancaman sanksi berat kini membayangi klub, mulai dari hukuman denda, pengurangan poin, pencabutan gelar juara, hingga potensi penurunan divisi jika terbukti melakukan pelanggaran besar.
Proses hukum terhadap Manchester City telah dimulai sejak Februari 2023. Kasus ini terkait dugaan ketidakakuratan rincian pembayaran pemain dan pelatih pada kurun waktu 2009-2010 hingga 2017-2018.
Fokus Pemeriksaan pada Kontrak Roberto Mancini
Di antara berbagai tuduhan yang muncul, fokus pemeriksaan mengarah pada struktur pembayaran gaji mantan manajer Man City, Roberto Mancini, yang saat ini menangani tim nasional Italia.
Investigasi media Jerman, Der Spiegel, mengungkapkan bahwa Mancini menerima gaji sebesar 1,5 juta poundsterling atau sekitar Rp 35,5 miliar sebelum pajak dari Manchester City.
Namun, manajer yang menangani klub pada rentang 2009-2013 tersebut diduga memiliki kesepakatan terpisah dengan klub satelit, Al Jazira, bernilai 1,75 juta poundsterling atau Rp 41,5 miliar.
Kontrak tambahan sebagai biaya konsultasi itu menjadi sorotan karena hanya melibatkan kewajiban empat hari kerja dalam setahun.
Mekanisme ini disinyalir menjadi modus untuk menyembunyikan nilai kompensasi riil sang pelatih dari pengawasan finansial Premier League dan UEFA.
Menanggapi berbagai tuduhan tersebut, Khaldoon Al Mubarak merilis pernyataan resmi melalui laman resmi klub pada Sabtu (26/9/2026).
Ia menegaskan keyakinannya bahwa manajemen telah menjalankan tata kelola yang sesuai dengan regulasi berlaku.
"Sementara beberapa orang cepat mengambil kesimpulan mereka sendiri, dan ada banyak kebisingan di sekitar kami, tidak ada yang berubah," kata Khaldoon Al Mubarak.
"Kami telah menghadapi tantangan bersama sebelumnya dan telah berhasil. Masih ada banyak yang ingin merusak momentum Klub kami.
Kami tidak akan memberikan mereka kesempatan itu."
"Klub telah dengan cermat menghormati proses yang berlaku selama delapan tahun dengan harapan bahwa Dewan dan Eksekutif Premier League akan bertindak sebagai regulator yang independen, tidak memihak, dan adil, bebas dari pengaruh partisan," ujar Khaldoon Al Mubarak.