unique visitors counter
⌂ Beranda › Lifestyle › Pendiri Auction Luncurkan Vacance, Aplikasi Travel AI Berbasis Data 23 Tahun
Lifestyle

Pendiri Auction Luncurkan Vacance, Aplikasi Travel AI Berbasis Data 23 Tahun

Ilustrasi aplikasi perjalanan berbasis AI Vacance di ponsel
Pendiri Auction Luncurkan Vacance, Aplikasi Travel AI Berbasis Data 23 Tahun
A A Ukuran Teks16px

Oh Hyuk, pendiri Auction yang kini memimpin Les Vacances, meluncurkan Vacance, platform perjalanan berbasis kecerdasan buatan (AI). Aplikasi ini dirancang menghasilkan itinerary sesuai jadwal wisatawan.

Peluncuran Vacance menandai babak baru bagi Oh setelah lama berkecimpung di dunia teknologi dan e-commerce. Aplikasi ini diklaim berbeda dari generator itinerary biasa.

Vacance menggabungkan teknologi proprietary dengan data perjalanan yang telah diverifikasi manusia. Data itu dikumpulkan Les Vacances selama lebih dari dua dekade.

Menurut Oh, pendekatan tersebut membuat aplikasinya tidak sekadar menjawab pertanyaan wisatawan. Sistem berfokus pada satu masalah spesifik, yaitu perjalanan.

Ia menekankan bahwa kesalahan informasi perjalanan bisa merugikan wisatawan dari sisi biaya dan waktu. Karena itu, sistem tidak membiarkan AI menebak detail yang tidak tersedia.

Data faktual seperti jam operasional dan harga dicek terhadap basis data terverifikasi. Langkah ini disebut secara struktural menutup ruang bagi fakta yang dibuat-buat.

Empat Mesin Teknologi dan Basis Data 23 Tahun

Vacance mengandalkan empat mesin teknologi yang bekerja bersama.

Keempatnya menyusun rute harian realistis, memeriksa kondisi lokal secara real-time, memperbarui panduan otomatis, dan menyesuaikan rekomendasi dengan preferensi pengguna.

Sistem dibangun di atas data besar yang dikumpulkan Les Vacances selama 23 tahun. Data itu mencakup 656 buku panduan dan 83 katalog museum khusus.

Pengguna mendapat akses gratis ke audio guide berbahasa Korea dan katalog digital untuk 77 venue seni global utama.

Dua di antaranya adalah Louvre Museum di Paris dan Metropolitan Museum of Art di New York.

Untuk menjaga model bisnis tetap berkelanjutan tanpa membebani pengguna, Vacance mengandalkan komisi pemesanan afiliasi.

Pendapatan juga berasal dari iklan perjalanan business-to-business bertarget dan paket tur khusus dari agen inbound lokal.

Oh melihat peluang pasar besar dari perubahan teknologi penerbangan dan perangkat mobile.

Ia menyebut Wi-Fi gratis di pesawat menjadi kenyataan setelah Korean Air dan Asiana Airlines memulai layanan itu pada 15 September 2026.

Ia juga menyoroti popularitas ponsel lipat.

Penumpang yang menghabiskan lebih dari 10 jam dalam penerbangan panjang diprediksi mencari konten destinasi kaya, bukan sekadar menonton film.

Vacance diposisikan untuk menangkap pengalaman digital selama penerbangan tersebut. Strategi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas jangkauan di pasar perjalanan.

Bagi Oh, membawa teknologi ini ke pasar adalah puncak karier panjang yang ditandai adaptasi teknologi dan ketahanan pribadi.

Ia pernah memimpin Auction hingga tercatat di Kosdaq dan diakuisisi eBay pada 2001.

Setelah itu, ia menghabiskan lebih dari satu dekade di Filipina.

Sambil menjalankan bisnis untuk menopang keluarga, ia mengasah keterampilan teknis dengan mengembangkan perangkat lunak enterprise serta mempelajari big data dan machine learning hingga larut malam.

Pada 2024, ia melewati krisis medis berat yang menunda perilisan aplikasi. Ia kembali ke lapangan dengan fokus baru.

Oh menyebut jika Auction menghubungkan orang dengan produk, maka Vacance menghubungkan orang dengan dunia.

Ia akan resmi berstatus warga senior pada Februari mendatang, tetapi masih bekerja lebih dari 100 jam per minggu.

Menurutnya, tidak ada usia pensiun bagi seorang developer. Tujuannya adalah terus membuat panduan perjalanan terbaik.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru