Libur Chuseok identik dengan hidangan melimpah seperti jeon, galbi, japchae, dan songpyeon. Banyak orang khawatir melihat angka di timbangan setelahnya.
Namun, seorang ahli menyarankan agar tidak mengambil langkah ekstrem untuk menurunkan berat badan. Kenaikan berat badan usai libur tidak selalu berarti bertambahnya lemak.
Profesor Kwon Young-geun dari Pusat Obesitas dan Metabolisme di Korea University Anam Hospital menyampaikan hal itu dalam wawancara pada Rabu menjelang libur Chuseok.
Ia menegaskan tidak perlu mengatur berat badan berulang kali dengan berpuasa sebelum dan sesudah libur. Menghindari makanan khas Chuseok atau merasa bersalah karena makan berlebihan juga tidak diperlukan.
Prioritasnya adalah kembali ke pola makan dan aktivitas normal secara alami setelah libur. Selama libur, orang cenderung makan lebih banyak karbohidrat dan makanan asin.
Asupan karbohidrat tinggi membuat glukosa berlebih disimpan di hati dan otot sebagai glikogen. Proses ini juga membuat tubuh menahan air.
Makanan asin berlebihan turut menyebabkan tubuh menahan lebih banyak air. Berat makanan yang belum tercerna menambah total berat badan.
Artinya, kenaikan berat badan setelah Chuseok mencerminkan tidak hanya penambahan lemak. Ada pula retensi air dan berat makanan di sistem pencernaan.
Karena itu, kembali ke kebiasaan makan dan rutinitas harian lebih baik daripada mengambil tindakan drastis. Kelola berat badan selama beberapa hari berikutnya.
Atur porsi, bukan larang makanan
Menghindari makanan Chuseok sepenuhnya bukan pendekatan yang realistis. Yang penting adalah mengatur jumlah dan frekuensi makan.
Alih-alih menumpuk porsi besar jeon, gorengan, atau galbi di piring, ambil hanya yang ingin dimakan. Nikmati dengan perlahan.
Sertakan sayuran dan makanan kaya protein dalam hidangan. Untuk songpyeon dan makanan penutup, kurangi jumlah yang dimakan sekaligus.
Camilan setelah makan juga sering terlewat dari perhatian. Terus makan buah, kue tradisional Korea, biskuit, dan minuman manis saat mengobrol bisa menambah asupan secara signifikan.
Setelah makan selesai, pertimbangkan menjauh dari meja dan berjalan kaki bersama keluarga. Menjaga aktivitas fisik seperti biasa selama libur juga penting.
Tidak perlu olahraga berat. Cukup berjalan di sekitar lingkungan bersama keluarga setelah makan atau berjalan ke tempat terdekat.
Yang terpenting, hindari pendekatan ekstrem untuk mengontrol berat badan.
Menurunkan berat badan dengan cepat sebelum libur, makan berlebihan saat libur, lalu berpuasa lagi bukan strategi jangka panjang yang efektif.
Menjaga kebiasaan makan sehat dan olahraga konsisten lebih penting daripada cepat menurunkan angka di timbangan. Massa otot juga bisa menurun saat penurunan berat badan.
Konsumsi protein cukup dan kombinasikan jalan kaki dengan latihan kekuatan. Ini membantu mempertahankan massa otot dan fungsi fisik sambil mengelola berat badan.