Tim nasional sepak bola Indonesia memetik kemenangan 2-0 atas Singapura pada laga pembuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Tiga poin itu menempatkan Indonesia di papan atas klasemen sementara Grup A, membayangi Malaysia yang memuncaki grup usai menang 3-0 atas Bangladesh.
Analisis Rizal Pahlevi
Pengamat sepak bola nasional, Rizal Pahlevi, menilai skuad Garuda tampil agresif sejak awal laga.
"Memang kita berhasil meraih kemenangan, 3 poin berharga pada laga pembuka dan kita tahu Singapura adalah tim yang mampu menyulitkan kita di ajang ASEAN Championship 2026 sebelumnya," ujar Rizal Pahlevi.
Ia mengingatkan rekam jejak pertemuan sebelumnya saat Indonesia ditahan imbang Singapura.
"Bagaimana sebelumnya kita ditahan imbang 1-1 dan taktiknya mereka pun juga expected yang selalu tampil dengan dua gelandang andalannya yaitu Shah Shahiran dan Kyoga Nakamura," kata Rizal Pahlevi.
Meski intensitas permainan sempat menurun pada paruh kedua, perubahan taktik Indonesia dinilai membawa dampak positif secara keseluruhan.
"Tapi dengan permainan di laga pertama FIFA ASEAN Cup 2026 saya rasa penampilan yang jauh berbeda dibandingkan babak pertama dan kedua," tutur Rizal Pahlevi.
Ia menyoroti performa pada 45 menit pertama yang menunjukkan skema permainan sesuai ekspektasi.
"Di babak pertama segala sesuatu yang kita harapkan ada perubahan dibandingkan turnamen sebelumnya terbukti, tapi di babak kedua memang sulit mempertahankan level intensitas yang begitu tinggi di babak pertama," ujar Rizal Pahlevi.
Proses adaptasi strategi baru di bawah asuhan pelatih John Herdman menjadi alasan belum stabilnya konsistensi permainan selama 90 menit penuh.
"Memang membutuhkan waktu untuk menampilkan permainan seperti itu.
Saya rasa penampilan di babak pertama cenderung memuaskan tapi di babak kedua terlebih dengan lawan bermain 10 orang Timnas Indonesia tidak bisa memaksimalkan momen kemenangan tersebut, tapi 3 poin itu terpenting," kata Rizal Pahlevi.
Selain faktor intensitas, kehadiran Joey Pelupessy di lini tengah juga menjadi sorotan utama dalam memutus alur serangan lawan.
"Dia mampu membaca arah bola, memiliki kecermatan memutus serangan lawan dan ini menjadi sesuatu yang tidak kita miliki pada turnamen sebelumnya.
Sehingga menjadi satu hal positif ketika tim diperkuat kembali oleh Joey Pelupessy," tutur Rizal Pahlevi.
Solidnya organisasi permainan dari lini belakang hingga depan terbukti ampuh meredam ancaman Singapura di dalam kotak penalti.
"Ini adalah tim yang masih bisa berkembang walaupun pada laga pertama FIFA ASEAN Cup 2026 belum maksimal tapi di laga pembuka suatu turnamen kemenangan adalah yang terpenting," ujar Rizal Pahlevi.
Ia menegaskan keberhasilan pertahanan Indonesia dalam menetralisasi pergerakan tim lawan.
"Dalam artian kita mampu membatasi dan menetralisasi permainan lawan dan sukses untuk melakukan hal tersebut. Jadi bukan karena Singapura tidak terlalu banyak mengetes gawang kita," kata Rizal Pahlevi.
Disiplinnya barisan pertahanan membuat tim lawan gagal menciptakan peluang bersih di area berbahaya.
"Tapi saya justru melihatnya bagaimana barisan pertahanan Indonesia lalu lini tengah dan berlanjut ke depan mampu menjalankan tugas untuk melakukan porsi bertahan yang baik.
Hal itu yang mengakibatkan Singapura tidak mampu melakukan tembakan dari kotak penalti," pungkas Rizal Pahlevi.
Selanjutnya, Justin Hubner dan kawan-kawan dijadwalkan bertanding melawan Malaysia pada laga kedua babak penyisihan grup di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026) malam.
