unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Timnas Indonesia vs Malaysia di SUGBK, Titis Widyatmoko Soroti Naturalisasi Amerika Latin
News

Timnas Indonesia vs Malaysia di SUGBK, Titis Widyatmoko Soroti Naturalisasi Amerika Latin

Pertandingan Timnas Indonesia vs Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno
Timnas Indonesia vs Malaysia di SUGBK, Titis Widyatmoko Soroti Naturalisasi Amerika Latin
A A Ukuran Teks16px

Timnas Indonesia akan menghadapi laga krusial kontra Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Pertandingan Timnas Indonesia vs Malaysia akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026) pukul 20.00 WIB.

Laga ini sangat penting bagi publik kedua negara karena rivalitas yang terjalin sejak lama.

Pengamat sepak bola nasional Titis Widyatmoko juga menyebut jika kedua tim merupakan musuh bebuyutan sejak lama.

Dengan sejarah panjang kedua tim, tentu para pemain diprediksi akan tampil jauh lebih maksimal karena adanya energi tambahan.

"Secara historis mereka adalah musuh bebuyutan Indonesia. Kalau sudah bicara historis, biasanya itu ada tenaga tambahan dari lawan.

Jadi, ada ekstra spirit," kata Titis Widyatmoko kepada KOMPAS. com melalui rekaman suara WhatsApp, Sabtu (26/9/2026).

"Jadi, kalau orang Malaysia itu bilang gengsinya akan semakin tinggi kalau bisa mengalahkan Indonesia di kandang sendiri."

"Itu akan memberi tambahan tenaga bagi mereka," sambungnya.

Titis Widyatmoko juga memberi perhatian khusus kepada beberapa pemain naturalisasi Timnas Malaysia.

Berbeda dengan Timnas Indonesia yang didominasi darah Belanda, Malaysia cukup banyak memiliki pemain naturalisasi dari Amerika Latin.

Dengan gaya bermain ala latin, tentu bisa saja menyulitkan skuad Garuda pada pertandingan mendatang.

"Nah, selain itu juga mereka banyak diperkuat oleh pemain-pemain naturalisasi. Ada beberapa pemain dari Amerika Latin," ungkapnya.

Tak hanya itu, Titis juga memberi wanti-wanti agar para pemain Indonesia mewaspadai koneksi antarpemain Johor Darul Ta'zim di skuad Malaysia.

Dengan kemistri yang sudah terjalin lama, tentu bisa memberi kepercayaan diri bagi skuad Harimau Malaya saat menghadapi Timnas Indonesia.

"Kemudian mereka ini ikatan kemestrinya juga kuat. Karena beberapa pemain memperkuat satu klub, Johor Darul Ta'zim."

"Karena sudah lama bermain dalam satu klub yang sama, ikatan kemestrinya bisa lebih kuat. Begitu.

Jadi, itu beberapa sisi positifnya Malaysia," jabarnya.

Apa yang Harus Dilakukan Timnas Indonesia

Titis Widyatmoko menilai jika dukungan suporter sangat berpengaruh pada performa Timnas Indonesia.

Namun lebih dari itu tim besutan John Herdman harus bisa membenahi kelemahan-kelemahan dari laga pertama kontra Singapura.

"Dengan dukungan penonton, dengan atmosfer yang meneror lawan, itu juga sebuah keunggulan untuk Timnas Indonesia."

"Asalkan itu tadi, mereka bisa membenahi kelemahan-kelemahan," jelasnya.

Titis juga tak menganggap permainan lambat Timnas Indonesia menghadapi Singapura menjadi kesimpulan dari permainan secara keseluruhan di turnamen ini.

Baginya, Timnas Indonesia bisa juga lambat panas dan tak menutup kemungkinan akan tancap gas pada laga melawan Malaysia.

"Namanya turnamen itu juga perlu ada strategi. Kadang beberapa tim yang juara dalam turnamen itu adalah tim-tim yang lambat panas, istilahnya diesel."

"Sering juga dalam catatan pertandingan di turnamen itu, justru tim-tim yang dari awal sudah main bagus, menang. Tetapi pada akhirnya mereka kedodoran."

"Justru tim-tim yang lambat panas ini yang membahayakan, karena mereka bisa belajar dari kesalahan-kesalahan," tambahnya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru