unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Mancini Bagi Dua Skuad Italia, 10 Pemain Bertahan di Coverciano
News

Mancini Bagi Dua Skuad Italia, 10 Pemain Bertahan di Coverciano

Pelatih timnas Italia Roberto Mancini memimpin sesi latihan jelang laga kontra Turki
Mancini Bagi Dua Skuad Italia, 10 Pemain Bertahan di Coverciano
A A Ukuran Teks16px

Pelatih tim nasional Italia Roberto Mancini memangkas rombongan skuadnya jelang laga UEFA Nations League melawan Turki di Bursa.

Dari 33 pemain yang tersedia, hanya 23 yang dibawa ke Ataturk Spor Kompleksi Matli Stadyumu.

Sepuluh pemain lainnya tetap berada di pusat pelatihan Coverciano, Florence, untuk menjalani program pemulihan fisik khusus.

Nama-nama yang ditinggal antara lain Nicolo Barella, Daniel Maldini, Gianluca Mancini, dan Samuele Ricci.

Langkah ini diambil untuk menghindari kelelahan akibat perjalanan jauh dan menjaga kebugaran pemain di tengah jadwal internasional yang padat.

Rotasi Delapan Perubahan di Susunan Inti

Selain memangkas rombongan perjalanan, staf pelatih Italia merombak susunan pemain inti hingga delapan perubahan dibanding laga sebelumnya.

Sandro Tonali diproyeksikan mengisi peran lebih kreatif di lini tengah bersama Nicolo Fagioli.

Keduanya akan menyokong lini serang yang diisi Sebastiano Esposito, Pio Esposito, dan Giacomo Raspadori.

Asisten taktis Italia Antonio Gagliardi menjelaskan alasan perubahan gaya bermain tim saat diwawancarai Sky Sport Italia.

"Pelatih menginginkan tim yang menyerang, jadi kami membutuhkan keseimbangan dalam dua fase, tetapi prinsipnya tetap sama," kata Gagliardi.

Menurutnya, Italia ingin mengendalikan permainan dengan tekanan dan penguasaan bola.

Gagliardi menambahkan bahwa evaluasi mendalam telah dilakukan pasca kekalahan dari Belgia melalui analisis sesi video.

"Sandro adalah pemain lain yang bisa mengambil beberapa peran berbeda, dia sudah mengambil posisi yang lebih konstruktif di Tottenham," ujar Gagliardi.

Ia menyebut Tonali akan memiliki peran lebih kreatif bersama Fagioli, memungkinkan Frattesi melakukan pergerakan maju.

Gagliardi juga memberikan pandangannya terkait lini depan yang menampilkan kombinasi pemain muda Esposito bersaudara.

"Seba adalah pemain berbakat, salah satu pemain muda yang sedang dievaluasi pelatih," kata Gagliardi.

Menurutnya, Seba bisa bermain di sisi sayap atau lebih ke tengah, dan posisinya akan terlihat seiring berjalannya pertandingan.

Gagliardi menegaskan penyesuaian taktik telah diperbaiki berdasarkan performa tim di babak kedua laga sebelumnya.

"Sayangnya, kami tidak memiliki banyak sesi latihan karena kalendernya sangat padat," ujarnya.

Ia menyebut sesi video membantu memastikan tim siap, dan Italia tampil berbeda setelah jeda melawan Belgia.

Di kubu tuan rumah, pelatih Turki Vincenzo Montella menyiapkan strategi tekanan tinggi untuk meredam aliran bola Italia.

Absennya Hakan Calhanoglu dan Kenan Yildiz membuat Montella mengandalkan Arda Guler dan Can Uzun sebagai penggerak serangan.

Mancini mengonfirmasi bahwa dirinya memahami tekanan publik dan bertekad membawa Italia meraih hasil positif.

"Penggemar mungkin merasa tidak puas. Saya memahami reaksi mereka.

Kami bertujuan untuk mengubah situasi ini," kata Mancini.

Laga Turki melawan Italia menjadi duel krusial di papan bawah Grup 1 Nations League A setelah kedua tim sama-sama menelan kekalahan pada pertandingan pertama.

Skuad penuh Azzurri dijadwalkan kembali berkumpul setelah laga di Bursa untuk bersiap menghadapi Prancis di Paris dan menjamu Turki di Bologna.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru