unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Duka Mendalam Siti Nurhaliza atas Wafatnya Tun Dr Siti Hasmah di Usia 100 Tahun: Profil, Jejak Prestasi, dan Momen Haru Penghormatan Terakhir
News

Duka Mendalam Siti Nurhaliza atas Wafatnya Tun Dr Siti Hasmah di Usia 100 Tahun: Profil, Jejak Prestasi, dan Momen Haru Penghormatan Terakhir

Duka Mendalam Siti Nurhaliza atas Wafatnya Tun Dr Siti Hasmah di Usia 100 Tahun: Profil, Jejak Prestasi, dan Momen Haru Penghormatan Terakhir
Siti • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Kabar duka yang mendalam menyelimuti negeri jiran, Malaysia. Sosok ikonik yang selama ini menjadi panutan dan kebanggaan bangsa, Tun Dr Siti Hasmah Mohd Ali, istri dari mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr Mahathir Mohamad, dilaporkan menghembuskan napas terakhirnya. Beliau wafat di Institut Jantung Negara (IJN), Kuala Lumpur, pada Senin, 28 September 2026, dalam usia yang sangat mulia, 100 tahun.

Kabar kepergian "Ibu Negara Malaysia" ini seketika menjadi topik yang paling hangat dan penuh haru di berbagai lini masa media sosial. Tidak hanya dari kalangan pemimpin negara dan diplomat asing, berbagai lapisan masyarakat hingga deretan selebriti papan atas turut menyampaikan penghormatan terakhir mereka. Salah satu yang paling menonjol adalah ungkapan duka cita mendalam dari penyanyi legendaris Malaysia, Datuk Seri Siti Nurhaliza.

Ucapan Haru dan Air Mata Siti Nurhaliza

Lewat unggahan di akun media sosial pribadinya, Siti Nurhaliza tidak menyembunyikan rasa sedihnya. Ia menyebut kepergian Tun Dr Siti Hasmah sebagai sebuah kehilangan yang amat besar bagi seluruh rakyat Malaysia. Mengingat besarnya jasa dan sumbangsih almarhumah sepanjang hayatnya, terutama di bidang kesehatan, kebajikan sosial, dan pemberdayaan perempuan, Siti Nurhaliza menggambarkan mendiang sebagai sosok wanita yang penyayang, lemah lembut, serta memiliki sifat keibuan yang sangat tinggi.

"Satu kehilangan yang amat besar buat seluruh rakyat Malaysia. Bonda Tun Dr. Siti Hasmah bukan sekadar seorang tokoh, tetapi adalah simbol kekuatan, kasih sayang, dan ketabahan seorang perempuan yang mengabdikan hidupnya untuk nusa dan bangsa," tulis Siti Nurhaliza dengan nada yang penuh penghormatan.

Momen Penuh Makna Saat Berziarah dan Bertemu Tun Mahathir

Duka tersebut tidak hanya diungkapkan lewat kata-kata di dunia maya. Siti Nurhaliza secara langsung hadir memberikan penghormatan terakhir di tempat jenazah almarhumah disemayamkan. Momen tersebut terekam dalam suasana yang sangat emosional, di mana penyanyi berjuluk "Tokti" ini terlihat menitikkan air mata saat berdiri di depan jenazah.

Kesempatan berziarah tersebut juga menjadi momen langka bagi Siti Nurhaliza untuk bersilaturahmi dan memberikan dukungan moral secara langsung kepada Tun Dr Mahathir Mohamad. Dengan penuh takzim, ia menyalami sang mantan pemimpin negara sambil mendoakan agar keluarga besar diberikan ketabahan.

"Berkesempatan juga bertemu ayahanda Tun Dr. Mahathir Mohamad. Saya mengirimkan doa agar roh almarhumah bonda dicintai dan ditempatkan dalam kalangan hamba-Nya yang beriman. Semoga Allah SWT melimpahkan kasih sayang-Nya, mengurniakan kekuatan, ketabahan, serta kesihatan yang berpanjangan buat ayahanda Tun," ungkap Siti Nurhaliza dalam caption Instagramnya yang menyentuh hati.

Mengenang Profil Tun Dr Siti Hasmah: Perempuan Perintis di Dunia Medis

Di balik duka yang menyelimuti, penting bagi kita untuk mengenang kembali jejak emas yang ditinggalkan oleh Tun Dr Siti Hasmah Mohd Ali. Lahir di Kampung Jawa, Klang, Selangor, pada 12 Juli 1926, ia merupakan anak keenam dari 10 bersaudara. Sejak kecil, ia telah menunjukkan ketajaman intelektual yang luar biasa.

Pendidikannya ditempuh di Methodist Girl's School dan St. Mary's School, Kuala Lumpur. Prestasi akademisnya yang gemilang membawanya melanjutkan studi kedokteran di King Edward VII College of Medicine, Singapura. Pada masa itu, ia menjadi satu-satunya mahasiswi Melayu yang menempuh pendidikan di institusi tersebut melalui program beasiswa bergengsi. Dedikasinya berbuah manis ketika ia berhasil meraih gelar Bachelor of Medicine, Bachelor of Surgery (MBBS) dari Universiti Malaya pada tahun 1955, menjadikannya salah satu dokter wanita perintis di Malaysia.

Bahtera Rumah Tangga dan Warisan Abadi

Kisah cinta Tun Dr Siti Hasmah dan Tun Dr Mahathir Mohamad adalah inspirasi bagi banyak pasangan. Mereka menikah pada tahun 1956, di saat Mahathir masih berstatus sebagai dokter biasa, jauh sebelum ia menyentuh kursi kekuasaan sebagai Perdana Menteri. Dari pernikahan yang penuh dengan dinamika dan pengabdian ini, mereka dikaruniai tujuh orang anak.

Peran Tun Dr Siti Hasmah tidak pernah surut, baik sebagai pendamping setia yang mendukung karier politik suaminya, maupun sebagai dokter dan aktivis yang vokal menyuarakan pentingnya kesehatan masyarakat, perencanaan keluarga, dan hak-hak perempuan di Malaysia. Ia membuktikan bahwa seorang wanita bisa menjadi ibu yang luar biasa, istri yang suportif, sekaligus profesional yang disegani.

Penutup: Doa Mengalir dari Berbagai Penjuru

Kepergian Tun Dr Siti Hasmah di usia seabad meninggalkan lubang yang tak mudah diisi dalam sejarah modern Malaysia. Namun, warisan nilai-nilai ketabahan, kecerdasan, dan kasih sayang yang ia tanamkan akan terus hidup dalam ingatan kolektif bangsa.

Ucapan duka dari figur sekelas Siti Nurhaliza menjadi cerminan betapa dalamnya pengaruh almarhumah, tidak hanya di kalangan elit politik, tetapi juga di hati rakyat biasa dan para seniman. Mari kita sama-sama mendoakan agar arwah almarhumah Tun Dr Siti Hasmah Mohd Ali ditempatkan di tempat yang paling mulia di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan untuk melanjutkan kehidupan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru