unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Keamanan AI Berlapis OpenAI Jamin Inovasi Tetap Jalan
News

Keamanan AI Berlapis OpenAI Jamin Inovasi Tetap Jalan

Ilustrasi keamanan berlapis dalam pengembangan kecerdasan buatan OpenAI
Keamanan AI Berlapis OpenAI Jamin Inovasi Tetap Jalan
A A Ukuran Teks16px

Pengembangan kecerdasan buatan tidak perlu dihentikan demi menjaga keamanan sistem. Pendekatan yang dipilih adalah menerapkan pengamanan berlapis pada setiap tahapan pembuatan teknologi tersebut.

Hal itu disampaikan dalam media gathering di Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026), seperti dilaporkan Detik iNET.

Head of Policy Southeast Asia OpenAI, Sandy Kunvatanagarn, menjelaskan bahwa risiko AI yang berkembang pesat harus diimbangi dengan integrasi keamanan sejak awal.

Langkah pengamanan itu mencakup proses sebelum pelatihan, saat pelatihan, hingga perilisan produk ke masyarakat.

"Misi OpenAI adalah membangun AI dengan pendekatan yang aman dan bertanggung jawab. Karena jika tidak aman, AI secara default tidak akan memberikan manfaat," kata Sandy.

Keamanan Dibangun di Setiap Tahap

Pengawasan teknologi ini tidak hanya dilakukan pada model utama, tetapi juga diterapkan pada produk turunannya.

OpenAI turut menerbitkan laporan berkala guna memberikan transparansi mengenai kemampuan serta batasan teknologi bagi peneliti dan lembaga eksternal.

"Kami tidak berpikir bahwa keamanan adalah sesuatu yang hanya terjadi sekali dalam proses pengembangan.

Sebaliknya, keamanan dibangun ke dalam setiap tahap, mulai dari bagaimana kami melatih model, bagaimana kami melakukan post-training model, hingga bagaimana kami membangun berbagai harnesses dan produk yang berada di atas model," ujar Sandy.

Pendekatan kolaboratif ini melibatkan masukan publik dan komunitas untuk menyempurnakan fitur yang diluncurkan.

Salah satu hasilnya adalah penyesuaian layanan ChatGPT untuk pengguna remaja berdasarkan masukan dari komunitas orang tua.

"Laporan yang kami keluarkan memberikan banyak transparansi mengenai bagaimana model bekerja, sehingga peneliti dan institusi lain tak hanya dapat memahami kemampuannya, tetapi juga batas-batasnya," kata Sandy.

Kebutuhan masyarakat yang teridentifikasi dalam ruang diskusi tersebut kemudian diintegrasikan kembali ke dalam siklus pembaruan sistem secara berkala.

"Dalam konteks percakapan hari ini mengenai remaja dan penggunaan ChatGPT, ketika kami membangun sebuah model kemudian membangun produk di atasnya yang secara khusus ditujukan untuk remaja, itu karena kami telah belajar dari diskusi seperti yang kami lakukan pada Agustus (lalu) dengan komunitas parenting," kata Sandy.

Langkah evaluasi dan penyempurnaan pengamanan dilakukan secara real time seiring pesatnya peningkatan kemampuan model kecerdasan buatan.

"Semua itu memungkinkan kami untuk berpikir dengan sengaja mengenai bagaimana sebuah model dibangun," ujar Sandy.

Respons cepat terhadap dinamika perkembangan teknologi menjadi kunci utama agar manfaat artificial intelligence dapat dirasakan secara aman oleh pengguna global.

"Semua ini berarti kemampuan model meningkat dengan sangat cepat dan kami secara real time menyempurnakan pendekatan kami terhadap keamanan," ujarnya.

Penggabungan antara evaluasi internal dan transparansi publik memastikan keberlanjutan inovasi teknologi tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

"Kami meyakini bahwa AI harus aman agar dapat memberikan manfaat, dan keamanan perlu ada di berbagai bagian dalam proses, bukan hanya pada satu titik waktu," tegas Sandy.

OpenAI menegaskan pengembangan AI dan sistem keamanan harus berjalan beriringan melalui pendekatan keamanan berlapis di setiap tahapan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru