YouTuber Tzuyang memperlihatkan pendekatan yang jauh berbeda dalam konten mukbang atau siaran makan.
Sebuah video di kanal YouTube-nya menampilkan dirinya makan di restoran mi instan di Guri, Provinsi Gyeonggi.
Dalam video itu, Tzuyang menyantap delapan bungkus mi instan dari berbagai varian dan mencampur nasi ke dalam kuah yang tersisa.
Namun, dibandingkan dengan porsi yang biasa ia makan sebelumnya, jumlah tersebut tergolong jauh lebih sedikit.
Tzuyang pernah mengungkapkan bahwa ia sanggup menghabiskan hingga 20 bungkus mi instan dalam sekali duduk.
Hal itu memperkuat reputasinya sebagai pemakan luar biasa.
Pada 21 September, Tzuyang mengatakan, "Saya dengar makan banyak bukan lagi tren."
Ia menambahkan, "Mulai sekarang, saya akan menjadi YouTuber yang makan secara moderat."
Sejumlah penonton berkomentar bahwa pendekatan yang lebih hati-hati itu tampaknya mencerminkan perhatian terkini terhadap pedoman konten YouTube.
YouTube memperluas pedoman terkait konten gangguan makan pada 2023.
Platform itu tidak hanya membatasi konten yang mengagungkan atau mendorong gangguan makan, tetapi juga mulai mengatur perilaku makan yang bisa ditiru penonton, termasuk anak di bawah umur.
Kebijakan periklanannya kemudian diselaraskan dengan pedoman komunitas tersebut.
YouTube menyatakan tidak akan memberikan monetisasi untuk konten gangguan makan yang menampilkan perilaku berpotensi berbahaya dan bisa ditiru penonton.
Perilaku itu mencakup makan berlebihan, menyembunyikan atau menimbun makanan secara berlebihan, serta menyalahgunakan obat pencahar.
Akibatnya, sejumlah YouTuber mukbang mengalami penangguhan sementara fitur monetisasi mereka.
Meski Tzuyang makan lebih sedikit dari biasanya, delapan bungkus mi instan tetap tergolong jumlah besar dibandingkan porsi makan pada umumnya.
Tergantung produknya, satu bungkus mi instan mengandung sekitar 500 kalori dan natrium dalam jumlah cukup banyak.
Tepung terigu sebagai bahan utama mi instan merupakan karbohidrat olahan yang dapat membuat kadar gula darah naik dengan cepat.
Ketika gula darah kemudian turun tajam, otak dapat menganggapnya sebagai kondisi kekurangan energi meski tubuh sebenarnya tidak kekurangan energi.
Kondisi itu dapat meningkatkan sekresi ghrelin, hormon yang merangsang nafsu makan, sehingga seseorang lebih mudah merasa lapar.
Asupan natrium berlebihan juga menjadi kekhawatiran lain saat mengonsumsi mi instan.
Natrium dapat berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi dan menghambat pengelolaan berat badan.
Natrium dikenal mempercepat pergerakan makanan melalui sistem pencernaan sehingga makanan dicerna lebih cepat.
Hal ini dapat memicu rasa lapar dan mendorong orang makan lebih banyak.
Natrium juga diketahui memiliki sifat yang mendorong retensi lemak sehingga lemak tubuh lebih sulit dikurangi.
Bagi yang khawatir soal kesehatan, salah satu pilihan adalah mengurangi porsi mi hingga setengah atau menggantinya dengan mi tahu atau mi konjac.
Jika sulit mengurangi mi, makan perlahan dan mengunyah dengan saksama juga dapat membantu.
Sinyal otak yang bertanggung jawab atas rasa kenyang tidak langsung aktif setelah makan dimulai.
Sinyal itu umumnya baru aktif setelah sekitar 20 menit, sehingga makan mi instan secara perlahan dapat membantu mencegah makan berlebihan.
Menurut studi yang diterbitkan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, peserta yang mengunyah makanan 40 kali sebelum menelan mengonsumsi 12 persen lebih sedikit makanan dibandingkan mereka yang mengunyah 15 kali, terlepas dari tipe tubuh.
Menambahkan sayuran seperti bawang bombai atau tauge ke dalam mi instan dapat menyediakan serat pangan yang mungkin kurang sekaligus membantu mengurangi asupan natrium.
Sayuran kaya akan kalium yang membantu tubuh mengeluarkan natrium.
Secara khusus, kuersetin dalam bawang bombai diketahui membantu memecah trigliserida dan menurunkan kadar kolesterol.
