Dua organisasi perfilman besar Korea Selatan menyuarakan keprihatinan mendalam atas serangan personal dan ancaman keselamatan yang menyasar para pemain dan kru film "The Assassin(s)".
Producers Guild of Korea (PGK) dan Cinematographers Guild of Korea (CGK) mengeluarkan pernyataan terpisah pada Jumat malam, setelah kontroversi politik seputar film thriller sejarah itu meluas menjadi ancaman fisik.
PGK menegaskan bahwa peristiwa sejarah memang membuka ruang tafsir beragam, tetapi kontroversi yang ada kini telah melampaui kritik terhadap karya dan berubah menjadi ancaman langsung kepada rumah produksi, sutradara, pemain, serta kru.
Guild menilai tindakan membuka detail pribadi dan hubungan keluarga individu yang terlibat dalam proyek, atau menekan aktivitas normal mereka, jauh melampaui kritik yang sah dan tidak dapat dibenarkan.
PGK mendesak para pengunjuk rasa untuk segera menghentikan ancaman, pencemaran nama baik, dan penyebaran klaim yang belum terverifikasi.
CGK menyampaikan kekhawatiran serupa dengan menekankan bahwa film sejarah tidak dimaksudkan menggantikan sejarah nyata, melainkan membantu orang merenungkannya melalui medium film.
Menurut CGK, jika diskusi tentang sebuah film melampaui batas dan menyerang kreator serta aktor secara individual, hal itu dapat membuat pembuat film enggan mencoba cerita baru di masa depan.
CGK meminta penonton memperlakukan karya tersebut sebagai film terlebih dahulu dan menunjukkan kebaikan kepada semua pihak yang membuatnya.
Kontroversi dan Ancaman di Balik Film
Pernyataan kedua guild muncul di tengah ketegangan yang terus meningkat atas film garapan sutradara Hur Jin-ho tersebut.
Film ini berpusat pada upaya pembunuhan terhadap Presiden Park Chung-hee pada 1974, yang berujung pada tewasnya Ibu Negara Yuk Young-soo.
Meski tetap memuncaki box office dengan lebih dari 1,82 juta penonton hingga Kamis, alur fiksi film yang menyiratkan keterlibatan pejabat pemerintah telah memicu konflik politik besar dan penyelidikan hukum atas dugaan pencemaran nama baik.
Situasi memanas pada Jumat ketika sebuah kelompok aktivis konservatif mengumumkan rencana menggelar protes harian di depan rumah aktor utama Yoo Hae-jin hingga akhir Oktober.
Karena alasan keselamatan, distributor Hive Media Corp.
pada hari yang sama mengumumkan bahwa para pemain dan kru membatalkan semua jadwal penampilan di Busan International Film Festival pekan depan.