unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Merger Paramount-Warner Bros Resmi Bernama Skydance, David Ellison Pimpin
Hiburan

Merger Paramount-Warner Bros Resmi Bernama Skydance, David Ellison Pimpin

Ilustrasi merger Paramount dan Warner Bros Discovery menjadi Skydance
Merger Paramount-Warner Bros Resmi Bernama Skydance, David Ellison Pimpin
A A Ukuran Teks16px

Merger Paramount dengan Warner Bros Discovery yang selama ini dinanti akhirnya memiliki nama resmi: Skydance.

Nama itu diumumkan langsung oleh Chairman dan CEO Skydance, David Ellison, dan proses pembentukannya akan rampung pada 6 Oktober 2026.

Skydance sendiri bukan nama baru, melainkan perusahaan produksi film milik Ellison yang kini menjadi wadah seluruh aset gabungan Paramount dan Warner Bros Discovery.

Nilai merger ini mencapai US$111 miliar dan menyatukan dua studio film terbesar Hollywood.

Di dalamnya termasuk layanan streaming HBO Max dan Paramount+, serta berbagai bisnis televisi seperti CBS, CNN, MTV, TBS, Comedy Central, dan Food Network.

Rumah Baru untuk Harry Potter hingga DC Universe

Skydance juga menjadi rumah bagi intellectual property raksasa seperti Harry Potter, Lord of the Rings, Game of Thrones, dan tayangan unggulan HBO lainnya.

Ada pula DC Universe, Yellowstone, Mission: Impossible, Top Gun, serta kerajaan hiburan anak-anak Nickelodeon.

Perusahaan gabungan ini akan dipimpin oleh David Ellison sebagai Chairman dan CEO, didampingi Ynon Kreiz sebagai Co-CEO.

Kreiz merupakan mantan pimpinan Mattel dan akan bergabung pada 5 Oktober.

Langkah selanjutnya, Skydance berencana memindahkan pencatatan Saham Biasa Kelas B dari Nasdaq ke New York Stock Exchange (NYSE).

Perdagangan saham di NYSE akan dimulai pada 6 Oktober, bersamaan dengan perubahan simbol ticker dari "PSKY" menjadi "SKYD".

Perusahaan juga akan mengubah akta pendirian untuk mengganti nama resmi menjadi "Skydance Corporation".

Ellison menjelaskan alasan di balik pemilihan nama tersebut.

"Kami memilih nama ini karena beberapa alasan penting. Pertama dan terutama, saat kami menyatukan Paramount dan Warner Bros.

, kami ingin mempertahankan hal-hal yang menjadikan kedua studio ini ikonis," kata Ellison.

Menurut Ellison, kedua studio memiliki identitas khas, warisan luar biasa, dan merek yang dicintai penonton bergenerasi.

Ia tidak ingin identitas baru justru mengurangi, mengubah, atau membayangi salah satunya.

"Sebaliknya, kami menginginkan nama yang memberikan identitas tersendiri bagi perusahaan gabungan ini, namun tetap membiarkan Paramount dan Warner Bros.

-serta semua merek kami yang luar biasa-untuk terus menjadi sorotan," ujarnya.

Ellison menegaskan pihaknya memiliki tujuan besar bagi Skydance dan berniat mewujudkannya dengan semangat, imajinasi, serta keberanian mengambil risiko yang diperhitungkan.

Ia juga berkomitmen menghargai keistimewaan Paramount dan Warner Bros. , memberi ruang bagi kedua studio untuk berkembang dan menjangkau audiens lebih luas.

Pencapaian ini melalui proses panjang, termasuk mengungguli penawaran Netflix yang hanya berniat membeli studio dan streaming Warner Bros.

Ellison juga harus menyelesaikan gugatan antimonopoli dari 12 negara bagian Amerika Serikat.

Meski demikian, Skydance akan menanggung beban utang sangat besar yang diproyeksikan melebihi US$80 miliar atau setara Rp1.434 triliun (US$1=Rp17.931).

Utang tersebut berasal dari aksi merger dan akuisisi sebelumnya yang dilakukan Paramount dan WBD, serta pendanaan utang baru.

Paramount berencana menerbitkan obligasi sekitar US$42,4 miliar dan mengambil pinjaman baru US$8,5 miliar serta €850 juta untuk mendanai kesepakatan Warner Bros.

dan melunasi utang yang ada.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru