unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Satu Dekade Netflix di Korea dan Arah Baru K-Content
Hiburan

Satu Dekade Netflix di Korea dan Arah Baru K-Content

Ilustrasi layanan streaming Netflix dan konten Korea
Satu Dekade Netflix di Korea dan Arah Baru K-Content
A A Ukuran Teks16px

Netflix telah genap sepuluh tahun hadir di pasar Korea. Platform streaming itu kini melekat dalam keseharian, jauh dari masa ketika layanan sejenis masih terasa asing.

Selama satu dekade, cara konten Korea diproduksi dan cara pasar luar negeri memandangnya sama-sama berubah. Istilah K-content pun tak lagi terdengar asing.

Jejak Netflix dalam sepuluh tahun terakhir dinilai signifikan. Sebelumnya, tidak lazim menemukan begitu banyak ragam karya dalam satu platform seperti sekarang.

Setelah Netflix masuk ke Korea, para kreator perlahan mendapat lebih banyak pilihan. Karya yang sulit dibuat lewat model investasi lama atau formula sukses konvensional mulai bermunculan.

Film orisinal Netflix berjudul Okja (2017) garapan Bong Joon-ho menjadi contoh representatif perubahan itu.

Premisnya yang tak biasa, melibatkan korporasi raksasa dan hewan hasil rekayasa genetika, bukan cerita yang mudah ditemui dalam film komersial konvensional.

Batas genre dan materi cerita pun terdorong mundur. Lingkungan baru muncul, memberi ruang bagi kreator Korea untuk lebih bebas menggarap kisah-kisah nonkonvensional.

Produksi bergenre dengan tokoh utama perempuan menjadi salah satu contohnya. Ballerina, Kill Boksoon, The Call, The Price of Confession, dan Mask Girl disebut membuka peluang baru.

Ada pula upaya berkelanjutan di genre fiksi ilmiah, yang secara tradisional relatif sulit diproduksi di Korea. Space Sweepers dan Jung_E termasuk di dalamnya.

Karya lain mengambil premis yang familier lalu mengembangkannya ke arah berbeda, seperti Unlocked.

Tidak semua karya menjadi hit, tetapi keberanian memperkenalkan genre dan materi yang sebelumnya sulit diupayakan menandai perubahan penting.

Squid Game dan Meluasnya Genre

Pembahasan sepuluh tahun Netflix Korea tidak lengkap tanpa Squid Game. Serial orisinal itu menunjukkan cerita Korea bisa menjadi konten global meski berbeda bahasa dan budaya.

Dengan memadukan permainan tradisional Korea dan perjuangan bertahan hidup, serial tersebut memikat penonton dunia.

Squid Game bertahan di daftar Top 10 global Netflix selama 32 pekan berturut-turut setelah perilisannya.

Pertanyaan apakah sesuatu yang khas Korea benar-benar bisa diterima secara global berubah menjadi tanda seru. Sejumlah karya bernuansa Korea kemudian menjangkau penonton di berbagai belahan dunia.

Selain Squid Game, judul seperti Kingdom, Sweet Home, Bloodhounds, Hellbound, D. P.

, The Glory, When Life Gives You Tangerines, Lady Doir, dan Teach You a Lesson menjadi bukti tren tersebut.

Cara aktor ditemukan juga berubah. Dulu, produksi sering menempatkan aktor yang sudah terkenal di depan demi memastikan kesuksesan box office.

Namun produksi Netflix telah memperkenalkan banyak aktor yang lebih dulu dikenal lewat karya dan karakter tertentu.

Lee Han-byeol yang memerankan Kim Mo-mi dalam Mask Girl, Lee Yeon yang berkesan di Juvenile Justice, serta Shin Seung-ho, Moon Sang-hoon, dan Yoo Soo-bin dari seri D.

P. termasuk di antaranya.

Khususnya, Giri diselesaikan dengan pendatang baru seperti Jeon So-young, Kang Mi-na, Baek Sun-ho, Hyun Woo-seok, dan Lee Hyo-je.

Jalan untuk menarik perhatian lewat kekuatan karya dan karakternya, bahkan tanpa aktor bintang, pun semakin terbuka.

Investasi dan Babak Berikutnya

Perubahan lain terlihat dari pendekatan Netflix terhadap konten Korea. Platform itu aktif berinvestasi dalam film Korea dan mencari kesempatan menampilkannya di festival film internasional.

Netflix sebelumnya pernah menampilkan film orisinal seperti Roma, The Irishman, Glass Onion, dan Frankenstein di festival film serta ajang penghargaan besar.

Film Korea kini menemukan peluang baru dalam tren yang sama.

Di pusat pergerakan tahun ini ada Possible Love, film garapan sutradara Lee Chang-dong.

Jika sepuluh tahun terakhir Netflix memperluas jangkauan konten Korea, kini ia berperan memperkenalkan karya sutradara seperti Lee Chang-dong, yang mewakili bagian penting sejarah film Korea, kepada penonton dunia.

Netflix yang masuk Korea sepuluh tahun lalu kini melampaui perannya sebagai platform konsumsi konten Korea.

Ia mengubah cara konten Korea diproduksi dan didistribusikan serta cara konten itu menjangkau pasar luar negeri.

Konten Korea telah memperluas rentang genre dan aktornya, dan kini bergerak menuju babak berikutnya. Kita telah memasuki era yang mempertanyakan seberapa jauh cerita buatan Korea dapat menjangkau penonton.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru