Pendapatan besar tidak selalu menjamin stabilitas keuangan.
Laporan pensiun Goldman Sachs Asset Management 2026 menunjukkan sekitar empat dari sepuluh pekerja berpenghasilan di atas 300.000 dollar AS per tahun masih bergantung pada siklus gaji harian.
Temuan ini menegaskan bahwa keamanan finansial tidak berbanding lurus dengan kenaikan penghasilan.
Chris Ceder, Senior Retirement Strategist Goldman Sachs Asset Management, menyebut hubungan antara penghasilan dan stabilitas keuangan membentuk kurva menyerupai huruf U.
Tekanan keuangan cenderung menurun pada kelompok berpendapatan menengah.
Namun, ketika penghasilan menembus angka tertentu, tingkat stres finansial kembali melonjak akibat tingginya beban pengeluaran dan pola konsumsi.
Kelompok Menengah Paling Stabil
Data survei mencatat kelompok dengan pendapatan antara 100.000 hingga 300.000 dollar AS per tahun mengalami tingkat tekanan terendah.
Sebaliknya, peningkatan jumlah individu yang hidup dari gaji ke gaji kembali terjadi pada kelompok di atas skala tersebut.
Fenomena ini memicu penundaan sejumlah target finansial jangka panjang, seperti alokasi tabungan pensiun hingga kebiasaan melunasi tagihan kartu kredit yang tidak optimal.
Banyak pekerja berpenghasilan tinggi tercatat hanya membayar batas minimum tagihan setiap bulannya.
Pada kelompok berpenghasilan di bawah 100.000 dollar AS per tahun, sebanyak 40 persen pekerja hanya membayar tagihan minimum kartu kredit.
Angka tersebut sempat turun menjadi 35 persen pada kelas menengah, sebelum kembali naik menjadi 42 persen pada kelompok berpenghasilan tinggi.
Bahkan pada kelompok dengan pendapatan mencapai 500.000 dollar AS per tahun, hampir separuh responden mengaku hanya melunasi batas minimum pembayaran kartu kredit.
Angka ini naik dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di tingkat 39 persen.
"Jelas ada perbedaan besar antara arti pendapatan 50.000 dollar AS atau kurang dibandingkan dengan 300.000 dollar AS atau lebih," kata Ceder.
"Namun, dalam hal bagaimana tekanan keuangan itu muncul, tentu ada beberapa kesamaan," ujar Ceder.
Bagi kelompok berpenghasilan rendah, ketidakmampuan menabung atau mencapai target finansial jangka panjang memang menjadi kendala utama.
Namun, temuan ini membuktikan bahwa kenaikan penghasilan pada tingkat sangat tinggi pun tetap menyisakan kerentanan finansial jika tidak diimbangi pengelolaan utang dan pengeluaran yang bijak.
