Persoalan nafkah anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali mencuat setelah muncul desakan audit keuangan.
Pihak Sarwendah menegaskan laporan pertanggungjawaban dana nafkah anak sudah disusun dan hasil auditnya siap dibuka.
Kuasa hukum Sarwendah, Pablo Benua, membantah anggapan bahwa kliennya menolak diperiksa.
Ia menyebut hasil audit sudah ada dan siap diuji oleh pihak Ruben Onsu.
Pablo menyayangkan beredarnya narasi yang menyebut Sarwendah tidak rela diaudit.
Menurutnya, Sarwendah bahkan siap menyediakan dokumen untuk diaudit sejak awal pernikahan mereka pada 2013.
Dana Nafkah Ditegaskan untuk Anak
Pihak kuasa hukum menyatakan dana nafkah dari Ruben digunakan untuk kebutuhan anak, termasuk sehari-hari dan pendidikan.
Mereka menegaskan tidak ada dana yang dipakai untuk kepentingan pribadi Sarwendah.
Meski siap memberikan akses pemeriksaan, kuasa hukum lainnya, Chris Sam Siwu, menyatakan perincian audit tidak akan disampaikan ke publik.
Ia beralasan laporan pengeluaran keluarga memuat informasi pribadi yang perlu dijaga kerahasiaannya.
Chris menyebut audit sudah dilakukan kliennya, namun Sarwendah memilih tidak memaparkan detail di hadapan media.
Permasalahan ini bermula dari Ruben Onsu yang merasa sulit bertemu anak-anak setelah resmi bercerai pada 24 September 2024.
Ruben kemudian mengajukan gugatan hak asuh anak ke PN Jakarta Selatan pada 1 Juli.
Mediasi yang gagal membuat persoalan melebar ke berbagai aspek, termasuk finansial dan kesehatan.
