unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Apple Kencangkan Izin Full Disk Access macOS Hadapi Ancaman Agen AI
Hiburan

Apple Kencangkan Izin Full Disk Access macOS Hadapi Ancaman Agen AI

Ilustrasi keamanan dan privasi data pada sistem operasi macOS Apple
A A Ukuran Teks16px

Apple mengumumkan rencana memperketat pemberian izin Full Disk Access pada macOS.

Kebijakan ini muncul setelah banyak pengembang aplikasi dan agen AI memakai akses tingkat tinggi untuk membaca berkas pribadi pengguna.

Langkah ini menjadi antisipasi awal Apple terhadap lonjakan kemampuan agen AI otonom. Potensi risikonya mencakup tereksposnya riwayat percakapan, email, hingga riwayat browser.

Dalam pengumuman resmi di portal pengembang, Apple menegaskan akses penuh ke penyimpanan Mac hanya bisa diberikan lewat tindakan pengguna yang sangat eksplisit.

Tanpa batasan ketat, aplikasi yang berdalih asisten pintar dapat mengoleksi ratusan ribu baris data sensitif di latar belakang.

Akses Tanpa Batas dan Risiko Privasi

Fitur Full Disk Access awalnya dirancang untuk aplikasi cadangan sistem seperti Time Machine atau perangkat lunak keamanan. Izin ini bekerja dengan menerobos seluruh proteksi folder individual di macOS.

Ketika sebuah aplikasi mendapat izin tersebut, sistem memberi hak membuka seluruh berkas di komputer.

Cakupannya meliputi data Mail, Messages, riwayat Safari, hingga pengaturan administratif sistem untuk semua akun pengguna.

Dampaknya tidak hanya membocorkan data pemilik Mac secara langsung. Privasi lawan bicara dalam aplikasi perpesanan juga ikut terancam karena informasi sensitif dapat tersedot tanpa disadari.

Apple menilai kepraktisan agen AI saat ini mulai mengorbankan batas aman privasi pengguna.

Langkah tegas Apple ini mengemuka setelah muncul laporan kontroversial terkait agen AI besutan Meta bernama Muse.

Seorang jurnalis teknologi mengeluhkan bahwa Muse telah mengunggah lebih dari 187.000 baris riwayat pesan dari Mac pribadinya.

Ia mengaku telah menolak akses Messages saat proses pengaturan awal.

Pihak Meta membantah tuduhan tersebut dan menyatakan pengguna harus mengaktifkan Full Disk Access serta penyambung perpesanan secara manual agar Muse dapat membaca pesan.

Insiden serupa juga melibatkan aplikasi AI lain seperti Dots dari OpenAI serta aplikasi ChatGPT versi macOS.

Aplikasi ini kerap meminta akses sistem yang sangat luas demi menjalankan fitur otomatisasi.

Eksploitasi izin tingkat tinggi ini jelas memicu kekhawatiran baru di kalangan pengguna maupun pengembang.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru