unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Peneliti Rusia Tewas Diduga Terpapar Pes Paru, Ratusan Orang Dikarantina
News

Peneliti Rusia Tewas Diduga Terpapar Pes Paru, Ratusan Orang Dikarantina

Ilustrasi laboratorium penelitian biologi dengan protokol keamanan ketat
Peneliti Rusia Tewas Diduga Terpapar Pes Paru, Ratusan Orang Dikarantina
A A Ukuran Teks16px

Seorang peneliti perempuan berusia 28 tahun di Shelekhov, Siberia, meninggal dunia setelah diduga terpapar agen infeksius pes paru akibat kecelakaan kerja di laboratorium.

Insiden itu terjadi di Institut Penelitian Anti-Pes yang berlokasi di Shelekhov, dekat Irkutsk.

Korban dilaporkan secara tidak sengaja memecahkan tabung berisi sampel biologis hidup hingga memicu tindak tanggap darurat dari badan pengawas penyakit menular Rusia, Rospotrebnadzor.

Otoritas kesehatan Rusia kemudian mengarantina hampir 200 orang menyusul kematian tersebut.

Respons Rospotrebnadzor dan Pemerintah Daerah

Rospotrebnadzor mengonfirmasi diagnosis medis awal pada korban dan menyatakan situasi sanitasi serta epidemiologi di wilayah Irkutsk, kota Irkutsk, dan Shelekhov dalam keadaan stabil.

Badan itu menyebut karyawan tersebut didiagnosis menderita pneumonia dengan etiologi atau penyebab yang tidak diketahui.

Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, meminta masyarakat tidak panik dan mengonfirmasi pelaksanaan rapat komisi anti-epidemi daerah bersama kepala dokter negara untuk membahas dugaan penularan infeksi berbahaya ini.

Dugaan penyakit pes juga disampaikan pemimpin Republik Buryatia, Alexei Tsydenov, yang menyebut pekerja tersebut meninggal kemungkinan akibat pes.

Tsydenov menegaskan tidak ada penyebaran wabah di wilayah Buryatia.

Mantan kepala Rospotrebnadzor, Gennady Onishchenko, menilai kemungkinan besar kasus ini bukan pes.

Kepada kantor berita TASS, ia menyatakan seandainya pun terkonfirmasi, tidak akan terjadi penyebaran penyakit tersebut.

Onishchenko memperkirakan faktor penurunan suhu cuaca di wilayah setempat efektif mencegah penyebaran infeksi Yersinia pestis jenis paru.

Protokol Ketat dan Pemantauan Internasional

Pihak industri di sekitar lokasi kejadian langsung menerapkan protokol kesehatan ketat.

Direktur Pabrik Aluminium Irkutsk, Artem Fominikh, mengimbau stafnya mengenakan masker pelindung dan meminta publik bersikap tenang.

Ia menyatakan semua orang yang teridentifikasi memiliki kontak erat kini berada di bawah pengawasan medis.

Saat ini mereka tidak menunjukkan gejala penyakit apa pun, dan hasil tes laboratorium mereka negatif.

Laporan media regional independen Liudi Baikala menyebutkan hampir 200 orang dikarantina di rumah sakit Shelekhov.

Pembatasan akses juga diterapkan pada setidaknya satu rumah sakit bersalin setempat.

Pemerintah Amerika Serikat memberikan tanggapan resmi mengenai insiden kebocoran sampel laboratorium biologis di Rusia ini.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya memantau situasi dengan saksama bersama CDC dan mitra antarlembaga lainnya.

Ia menambahkan banyak detail belum dikonfirmasi dan mendorong otoritas Rusia membagikan informasi akurat secara cepat dan terbuka.

Menurut CDC dan WHO, pes paru merupakan bentuk paling berbahaya dari penyakit pes karena dapat menular antarmanusia melalui percikan udara.

Penyakit ini tetap dapat disembuhkan jika diobati sejak dini menggunakan antibiotik.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru