unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Gugatan Seret Starbucks soal 8 Minuman Protein 'Sugar-Free
News

Gugatan Seret Starbucks soal 8 Minuman Protein 'Sugar-Free

Ilustrasi gugatan konsumen terhadap minuman protein sugar-free Starbucks
Gugatan Seret Starbucks soal 8 Minuman Protein 'Sugar-Free
A A Ukuran Teks16px

Starbucks menghadapi gugatan konsumen terkait delapan minuman protein yang dilabeli "sugar-free" di menu kafe di Amerika Serikat.

Gugatan federal yang diajukan Jumat malam di Seattle menuding minuman tersebut mengandung gula dalam jumlah bervariasi meski disebut tanpa gula.

Pada Senin, menu di situs resmi Starbucks AS menampilkan Sugar-Free Caramel Protein Matcha ukuran 16 ons dengan 16 gram gula.

Versi 20 ons dari minuman yang sama tercatat mengandung 21 gram gula, sementara satu Reese's cup memiliki 11 gram gula.

Tiga konsumen jadi penggugat

Hagens Berman, firma hukum yang fokus pada gugatan class action, mengajukan gugatan atas nama tiga konsumen.

Ketiganya membeli minuman protein sugar-free Starbucks di California, New York, dan Washington.

Steve Berman, co-founder dan managing partner firma yang berbasis di Seattle itu, menilai salah label semacam ini signifikan bagi konsumen.

Ia menyebut konsumen menghindari gula karena alasan kesehatan umum, diabetes, kadar glukosa darah, atau faktor lain.

Para penggugat berpendapat penamaan dan pemasaran produk sugar-free Starbucks "salah, menyesatkan, dan melanggar hukum" serta melanggar regulasi pelabelan federal.

Starbucks yang berbasis di Seattle menyatakan gula dalam minuman proteinnya berasal dari susu berprotein yang digunakan.

Perusahaan menegaskan tidak menambahkan gula ke dalam minuman dan memakai sirup sugar-free untuk perasa.

Di situs Starbucks pada Senin, minuman itu dipasarkan sebagai "sugar-free", namun jumlah gula tiap minuman juga dicantumkan secara jelas.

Perusahaan juga menyatakan minuman tersebut dibuat tanpa tambahan gula.

"Kami yakin klaim ini tidak berdasar," kata juru bicara Starbucks pada Senin.

Juru bicara itu menyatakan Starbucks secara konsisten memberikan informasi soal minuman protein, opsi sugar-free, pilihan kustomisasi, dan kandungan nutrisi.

Informasi itu disampaikan melalui pengumuman produk, menu, materi pemasaran, Starbucks. com, dan aplikasi Starbucks.

Starbucks menyatakan akan membela diri secara gigih dalam perkara ini.

Starbucks memperkenalkan minuman protein pada September 2025 untuk menjawab permintaan konsumen akan minuman fungsional.

Langkah itu juga untuk mengejar rival seperti Dutch Bros yang meluncurkan minuman kopi berprotein pada 2024.

Dutch Bros juga menawarkan versi rendah gula dari Hopscotch Protein Latte rasa karamel, tetapi dipasarkan sebagai Hopscotch Zero Sugar Added Protein Latte.

Versi dingin 16 ons minuman itu mengandung 7 gram gula dan 11 gram protein.

Sebagai pembanding, iced Starbucks Sugar-Free Caramel Protein Latte 16 ons memiliki 9 gram gula dan 29 gram protein.

Gugatan menuntut ganti rugi bagi konsumen AS yang membeli minuman tersebut.

Gugatan juga meminta pengadilan memerintahkan Starbucks berhenti memakai label "sugar-free" pada produk yang mengandung gula.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru