Timnas Indonesia keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2.
Laga final berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Senin (5/10/2026) malam, disaksikan sekitar 70 ribu penonton.
Kemenangan ini mengakhiri dahaga gelar juara Indonesia selama 35 tahun.
Pertandingan berjalan ketat hingga babak perpanjangan waktu dengan skor imbang 2-2.
Indonesia sempat unggul lebih dulu lewat tendangan bebas Dean James yang membentur Sanron Iklas.
Namun Thailand membalikkan keadaan melalui gol Iklas dan Peeradol.
Gol Elkan Baggott kemudian memaksa laga berlanjut ke adu penalti.
Kiper Emil Audero tampil sebagai pahlawan dengan menepis eksekusi pemain Thailand.
Thailand harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-81 setelah Nicholas Mickelson mendapat kartu merah.
Kesan Ole Romeny
Penyerang timnas Indonesia, Ole Romeny, mengungkapkan kesannya tentang atmosfer final kepada media Belanda, Nederlandse Omroep Stichting (NOS).
"Semangat yang Anda rasakan di sini sangat berbeda dari Eropa," kata Romeny.
Pemain yang sedang dipinjamkan ke Oxford United itu menilai gairah pendukung Indonesia sulit ditandingi kawasan lain.
"Sulit untuk dijelaskan; Anda benar-benar harus mengalaminya sendiri," ujarnya.
Romeny menilai Garuda seharusnya bisa menyegel kemenangan lebih cepat tanpa melalui adu penalti.
"Seharusnya kami tidak membiarkan kesempatan itu lepas begitu saja saat bermain dengan sepuluh pemain," ucapnya.
Meski begitu, ia mengaku drama pertandingan justru menambah rasa lega setelah perpanjangan waktu dan adu penalti.
Romeny juga mengakui kelelahan fisik yang luar biasa usai berlaga dalam tensi tinggi.
"Sejujurnya, saya tidak bisa berjalan dengan benar lagi," katanya.
Gelar ini menjadi penawar kekecewaan setelah Indonesia sebelumnya dipastikan gagal menembus Piala Dunia 2026.
"Ada banyak kekecewaan setelah gagal lolos ke Piala Dunia, tetapi saat itu memang belum waktunya bagi kita," ujar Romeny.
Pemain naturalisasi itu kini mengalihkan fokus untuk membawa Indonesia menembus kualifikasi Piala Dunia 2030.
