PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart telah mengoperasikan 1.500 unit Digital Retail Solutions (DRS) Machine dari PT Brink's Solutions Indonesia.
Perangkat itu dipakai untuk membantu proses penyetoran dan penanganan uang tunai di gerai agar berjalan lebih efisien, aman, dan cepat.
Kerja sama penggunaan layanan DRS dimulai pada 2022. Unit pertama ditempatkan di Alfamart Kiai Maja 3, Tangerang.
Sejak titik awal tersebut, implementasinya terus meluas hingga mencapai 1.500 unit. Jangkauan pemakaian mesin ini disebut telah mencakup berbagai wilayah, termasuk Lombok.
Perluasan itu menunjukkan teknologi pengelolaan kas tidak lagi diposisikan sekadar sebagai perangkat tambahan.
Dalam operasional ritel, mesin tersebut menjadi bagian dari mekanisme kerja yang dipakai di lebih banyak titik gerai.
Fokus pada efisiensi, keamanan, dan kecepatan
Finance Director & Corporate Secretary Alfamart Tomin Widian menilai teknologi berperan penting dalam menopang kebutuhan operasional perusahaan.
Penekanannya terutama berada pada kelancaran proses pengelolaan kas di jaringan toko.
"Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kebutuhan bisnis Alfamart, khususnya dalam memastikan proses pengelolaan kas dapat berjalan secara lebih efisien, aman, dan cepat," ujar Tomin dalam siaran pers, Rabu (7/10/2026).
Tomin juga menegaskan kehadiran mesin tersebut tidak berdiri sendiri. Menurut dia, manfaatnya terkait langsung dengan aktivitas harian gerai yang membutuhkan alur penyetoran uang tunai yang rapi.
"Kehadiran DRS Machine membantu mengoptimalkan proses tersebut sekaligus memberikan dukungan terhadap kelancaran aktivitas di jaringan Alfamart," lanjut Tomin.
Dalam bisnis ritel, uang tunai hasil transaksi harus dikelola dan disetorkan secara berkala.
Ketika jaringan gerai tersebar di berbagai wilayah, perusahaan membutuhkan pola kerja yang seragam agar proses itu tidak berjalan secara terpisah-pisah.
Berdasarkan bahan yang disampaikan perusahaan, pemanfaatan 1.500 unit mesin tersebut ikut memperkuat pengelolaan dan penyetoran kas agar lebih efektif, aman, dan terstruktur.
Sistem yang lebih terorganisasi itu juga disebut dapat menopang kebutuhan operasional di masing-masing gerai.
President Director Brink's Indonesia David Maksud menyebut kebutuhan pengelolaan kas di industri ritel bukan hanya soal pengamanan. Menurut dia, efisiensi operasional juga menjadi pertimbangan utama.
"Perkembangan industri ritel membutuhkan solusi pengelolaan kas yang tidak hanya mengutamakan keamanan, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi operasional," ujar David.
Bagi perusahaan dengan banyak gerai, sistem kas yang tersusun rapi dapat membantu menekan kompleksitas proses di lapangan.
Hal itu berkaitan dengan penyetoran, pengelolaan, dan pengamanan uang tunai yang harus dijalankan di banyak lokasi sekaligus.
David menekankan layanan yang disediakan Brink's tidak hanya diposisikan sebagai teknologi semata. Solusi tersebut, kata dia, diarahkan untuk memudahkan proses pengelolaan kas di jaringan ritel.
"Melalui Digital Retail Solutions, kami ingin memberikan lebih dari sekadar teknologi. Kami menghadirkan solusi yang dapat membantu meningkatkan keamanan, efisiensi, dan kemudahan dalam pengelolaan kas," terang David.
Bagi Alfamart, penerapan teknologi ini menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan operasional jaringan gerai di berbagai wilayah.
Penggunaan DRS Machine juga menandai perkembangan kerja sama Alfamart dan Brink's Indonesia yang telah berjalan sejak 2022.
"Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kebutuhan bisnis Alfamart," kata Tomin.
