Shopee Indonesia resmi merilis fitur baru bernama Kalkulator Biaya. Fitur ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan memudahkan pelaku UMKM dalam merancang harga jual produk.
Peluncuran tersebut dilaporkan dari Jakarta pada Selasa (7/10/2026). Inovasi ini hadir agar penjual dapat menghitung rincian pengeluaran secara menyeluruh.
Mulai dari penentuan Harga Pokok Penjualan (HPP) hingga penetapan harga akhir sebelum produk ditayangkan di aplikasi.
Dengan fitur ini, penjual dapat menilai apakah harga yang dipasang terlalu murah, terlalu mahal, atau sudah tepat bagi konsumen.
Transparansi Biaya untuk Kemandirian UMKM
Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira menjelaskan bahwa keterbukaan informasi biaya berperan penting bagi kemandirian pelaku usaha lokal.
Ia menyampaikan hal itu dalam peluncuran Program 'ASN Gemar Belanja' di Jakarta, Selasa (7/10/2026). Menurutnya, melalui Kalkulator Biaya, seller dapat melihat rincian biaya dengan lebih mudah.
Mulai dari HPP sampai harga akhir sebelum dicantumkan di aplikasi, semuanya bisa terhitung.
Shopee memandang transparansi bukan sekadar rincian angka, melainkan kendali lebih besar bagi pemilik usaha untuk mengambil keputusan strategis.
Radynal menambahkan, ketika informasi semakin jelas, pelaku usaha dapat mengambil keputusan secara lebih mandiri, terukur, dan percaya diri.
Dukungan ini tidak hanya membantu UMKM berjualan di platform, tetapi juga memahami dan mengelola bisnis dengan lebih baik.
Kejelasan seluruh beban biaya usaha dinilai vital bagi UMKM. Hal ini memungkinkan mereka memperhitungkan margin keuntungan secara presisi dan merancang rencana pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Platform e-commerce ini memegang prinsip bahwa setiap penjual berhak mendapatkan rincian transparan atas setiap dana yang dikeluarkan maupun didapatkan.
