unique visitors counter
⌂ Beranda › News › JCI Batavia dan SMESCO Bahas Kesiapan UMKM Menembus Pasar Global
News

JCI Batavia dan SMESCO Bahas Kesiapan UMKM Menembus Pasar Global

Pelaku UMKM Indonesia berdiskusi dalam forum bisnis JCI Batavia dan SMESCO
JCI Batavia dan SMESCO Bahas Kesiapan UMKM Menembus Pasar Global
A A Ukuran Teks16px

Kesiapan operasional menjadi syarat utama bagi UMKM yang ingin menembus pasar internasional.

Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026 di Jakarta.

Acara yang digelar Junior Chamber International (JCI) Batavia bersama SMESCO Indonesia pada Kamis (29/10/2025) itu mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai pemangku kepentingan.

Forum tersebut membicarakan peluang pengembangan bisnis sekaligus kendala yang dihadapi UMKM dalam memperluas jangkauan pasar.

Akses pasar dan teknologi jadi kunci

Local President JCI Batavia Allana Abdullah menilai pengembangan usaha membutuhkan dukungan yang melampaui kemampuan menghasilkan produk berkualitas.

Menurut dia, akses pasar, teknologi, dan koneksi bisnis turut menentukan kesempatan pelaku usaha meningkatkan skala bisnisnya.

"Pelaku usaha membutuhkan akses dan dukungan yang memungkinkan bisnis mereka tumbuh, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing," kata Allana di The Tribrata Hotel & Convention Center Dharmawangsa Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Perluasan usaha menuntut kesiapan operasional yang memadai.

Ketika permintaan meningkat, UMKM perlu memastikan kapasitas produksinya mampu memenuhi pesanan tanpa mengorbankan konsistensi kualitas maupun persyaratan pasar sasaran.

Allana menekankan semangat berwirausaha perlu disertai dukungan konkret agar bisnis dapat berkembang. Ketersediaan akses dan hubungan dengan mitra yang tepat menjadi bagian dari kebutuhan tersebut.

"Kita harus membantu UMKM tumbuh besar. Tapi untuk besar semangat saja tidak cukup, perlu akses, pasar, teknologi dan koneksi," lanjutnya.

Dalam pembahasan summit, kerja sama antara pelaku bisnis, pemerintah, lembaga keuangan, komunitas, dan pemimpin muda dipandang sebagai sarana menghubungkan UMKM dengan peluang pengembangan usaha.

Hubungan lintas sektor itu diharapkan menghasilkan manfaat nyata, bukan sekadar pertukaran gagasan dalam sebuah forum.

Kolaborasi tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan pelaku usaha mendapatkan dukungan yang sesuai tahap perkembangan bisnis masing-masing.

Melalui pertemuan dengan pemangku kepentingan, UMKM dapat memperluas pemahaman mengenai peluang dan kebutuhan yang perlu dipersiapkan untuk mengembangkan usahanya.

Teknologi dan jaringan bisnis sebagai pendukung

Selain akses pasar, pemanfaatan teknologi turut menjadi perhatian dalam forum tersebut. Teknologi dapat digunakan untuk menunjang kegiatan pemasaran, meningkatkan produktivitas, dan membuat operasional usaha lebih efisien.

Meski demikian, penerapannya perlu mempertimbangkan kebutuhan serta kemampuan setiap bisnis. Penyesuaian itu penting agar pemanfaatan teknologi benar-benar mendukung kegiatan operasional sehari-hari.

Allana juga mengingatkan pelaku usaha berskala kecil agar tetap berupaya meningkatkan kemampuan dan memanfaatkan kesempatan yang tersedia.

Besarnya usaha saat ini tidak harus menjadi batas bagi perkembangan bisnis pada masa mendatang.

"Pelaku usaha yang masih menjalankan bisnis dalam skala kecil agar tidak berkecil hati dan terus mengembangkan kemampuan," ujarnya.

Ia menilai kesempatan untuk memperbesar usaha tetap terbuka bagi pelaku UMKM yang bersedia terus belajar. Pengembangan kemampuan menjadi bagian dari upaya mempersiapkan bisnis memanfaatkan peluang yang muncul.

"Siapa tahu nanti bisnis Anda menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia," katanya.

Forum bisnis ini juga diharapkan membantu mempertemukan pelaku UMKM dengan calon mitra dari berbagai bidang, termasuk dunia usaha, pemerintah, dan lembaga keuangan.

Jaringan tersebut menjadi salah satu aspek yang dibahas dalam upaya memperluas kesempatan pengembangan bisnis.

"Pertemuan antara pelaku bisnis dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai langkah yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas," jelasnya.

Dengan mempertemukan berbagai pihak, forum itu membuka ruang pembahasan mengenai dukungan yang dibutuhkan untuk memperkuat kemampuan bisnis dan memperluas hubungan kerja sama.

Akses pasar dan jaringan distribusi tetap perlu diimbangi kesiapan produksi agar peningkatan permintaan dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

"Forum ini mendorong terbentuknya hubungan antara pelaku UMKM dan mitra potensial dari berbagai sektor, termasuk dunia usaha, pemerintah, serta lembaga keuangan," ujarnya.

Keberhasilan memasuki pasar yang lebih luas tidak hanya ditentukan oleh ketertarikan konsumen terhadap suatu produk.

Pelaku UMKM juga perlu memperhitungkan kapasitas produksi, konsistensi mutu, standar pasar, strategi pemasaran, akses pembiayaan, pemanfaatan teknologi, dan kemampuan distribusi.

Berbagai kebutuhan tersebut saling berkaitan dalam mempersiapkan bisnis menerima pesanan yang lebih besar.

Tanpa kesiapan operasional dan dukungan memadai, peluang memperoleh pelanggan baru belum tentu diikuti kemampuan memenuhi permintaan secara konsisten.

Dalam konteks itu, pengembangan UMKM memerlukan pendekatan menyeluruh yang menghubungkan kualitas produk dengan kesiapan bisnis.

Pelaku usaha perlu membangun kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat akses terhadap mitra dan sumber daya pendukung.

"Bagi UMKM, tantangannya bukan semata-mata menghasilkan produk yang disukai konsumen, melainkan membangun bisnis yang siap memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten dan berkelanjutan," tegasnya.

Pembahasan dalam JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026 menempatkan akses pasar, teknologi, pembiayaan, dan koneksi bisnis sebagai unsur penting dalam pengembangan UMKM.

Kesiapan memenuhi permintaan secara konsisten menjadi bagian dari upaya pelaku usaha memperluas jangkauan bisnisnya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru