Tingkat hunian perkantoran di kawasan SCBD Jakarta mencapai 87 persen pada kuartal III 2026. Capaian itu lebih tinggi dibandingkan sejumlah area perkantoran utama lain.
Colliers Indonesia menilai keterisian tersebut ditopang lokasi, akses transportasi, serta fasilitas terintegrasi di kawasan.
Head of Research Department Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan pemulihan hunian SCBD didukung kombinasi gedung berkualitas dan fasilitas kawasan.
Data itu disampaikan dalam Colliers Virtual Media Briefing Q3 2026, Rabu (7/10/2026).
"SCBD ini menawarkan kombinasi yang sekarang semakin dicari oleh tenant," ujar Ferry Salanto.
Ia menyebut banyak gedung di SCBD berkualitas, akses transportasi publik memadai, serta tersedia pusat perbelanjaan, hotel, F&B, dan berbagai fasilitas dalam satu kawasan terintegrasi.
Menurut Colliers Indonesia, banyak gedung di SCBD juga memenuhi standar green building.
Ruang Kosong Jakarta Masih Besar
Meski hunian SCBD tinggi, ruang kosong di Jakarta masih besar.
Colliers mencatat sekitar 1,75 juta meter persegi ruang kosong di CBD dan 1,26 juta meter persegi di luar CBD.
Secara keseluruhan, ruang kantor kosong di Jakarta mencapai sekitar 3 juta meter persegi.
Di CBD Jakarta, ruang kosong kantor premium masih 128.000 meter persegi dan kelas A 873.000 meter persegi.
Sementara kelas A di luar CBD sekitar 190.000 meter persegi.
"Jadi meskipun secara agregat Jakarta masih memiliki banyak pilihan ruang kantor, pilihan untuk gedung yang benar-benar kualitas premium itu mulai jauh lebih terbatas," ujar Ferry Salanto.
Colliers Indonesia mencatat perusahaan kini lebih banyak melakukan relokasi ketika kebutuhan bisnis meningkat, bukan lagi memperkecil luas kantor.
Sektor yang aktif melakukan perpindahan antara lain energi, IT, logistik, dan consumer goods.
Persaingan gedung juga bergeser dari sekadar menawarkan tarif sewa murah.
Tenant semakin memilih kantor yang siap ditempati dan sudah furnished meski sewanya lebih tinggi karena tidak perlu mengeluarkan waktu dan biaya tambahan untuk membeli furnitur.
"Jadi, kompetisi antar-gedung ini perlahan sudah mulai berubah, pemilik gedung tidak selalu harus memberikan diskon yang besar, diskon yang paling besar, kadang yang lebih efektif justru adalah menghilangkan hambatan tenant untuk pindah," ujar Ferry Salanto.
Senior Director of Office Services Colliers Indonesia Bagus Adikusumo mengatakan kenaikan tarif sewa mulai terasa di SCBD. Menurut dia, permintaan tetap ditopang akses kawasan yang mudah.
"Kita melihat kenaikan rental juga sudah mulai dirasakan.
Jadi secara umum sebenarnya rental di SCBD itu berkisar, di luar service charge, Rp 300.000-400.000 per meter persegi per bulan," ujar Bagus Adikusumo.
Bagus juga menyebut akses perkantoran di SCBD relatif mudah dan kawasan tersebut tidak terkena kebijakan ganjil-genap untuk kendaraan mobil.
Permintaan ruang kantor diperkirakan tetap ada.