unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Anak Macan Lolos Kualifikasi Oscar 2027, Amar Haikal Angkat Kisah Masa Kecil
Hiburan

Anak Macan Lolos Kualifikasi Oscar 2027, Amar Haikal Angkat Kisah Masa Kecil

Poster atau adegan film pendek Anak Macan (My Plastic Mother) karya Amar Haikal yang lolos kualifikasi Oscar 2027
Anak Macan Lolos Kualifikasi Oscar 2027, Amar Haikal Angkat Kisah Masa Kecil
A A Ukuran Teks16px

Film pendek Anak Macan (My Plastic Mother) memastikan diri maju mendaftar ke Academy Awards ke-99 atau Piala Oscar 2027 untuk kategori Best Live Action Short Film.

Kepastian itu diperoleh setelah film karya Amar Haikal tersebut memenangi Flickerfest Award for Best International Short Film (Academy Qualifying) di Flickerfest International Short Film Festival ke-35 (2026) di Sydney, Australia, pada awal 2026.

The Flickerfest Short Film Awards merupakan salah satu festival film yang diakui Academy Awards dan digelar dalam rentang periode kelayakan, yakni setahun sebelum masa pendaftaran ditutup pada September 2026.

Kemenangan di festival yang diakui Academy Awards membuat film tersebut memenuhi kelayakan untuk mendaftarkan diri dan berkompetisi di ajang film tertinggi dunia itu.

Kisah di Balik Anak Macan

Amar menyatakan Anak Macan (My Plastic Mother) bertujuan memperlihatkan konsekuensi budaya konsumerisme dalam bentuk gunung sampah raksasa yang longsornya menimbun sebuah pemakaman.

Namun, lebih dari itu, film ini disebut sebagai kisah tentang kerinduan, keinginan, dan penemuan diri yang dimaknai melalui keinginan murni seorang anak untuk memiliki dan mengenali ibunya.

Amar mengaku memenuhi syarat untuk dipertimbangkan di Oscar 2027 serta memiliki kesempatan bertemu banyak penonton sepanjang perjalanan festival sebagai kehormatan dan kebanggaan yang luar biasa.

Sebelum mendaftar untuk dipertimbangkan dalam kategori Live Action Short Film Oscar 2027, film Anak Macan (My Plastic Mother) sudah tayang dan berkompetisi di berbagai festival film internasional yang diakui the Academy.

Festival tersebut antara lain Flickerfest International Short Film Festival di Australia (Pemenang Best International Short Film), Leeds International Film Festival di Inggris, Beirut International Short Film Festival / Beirut Shorts di Lebanon, Holly Shorts Film Festival di Amerika Serikat, Atlanta Film Festival di Amerika Serikat, Clermont-Ferrand International Short Film Festival Market di Prancis, dan Singapore International Film Festival.

Dengan Anak Macan (My Plastic Mother) mendaftarkan diri ke Oscar 2027, sejauh ini sudah ada dua film asal Indonesia yang akan berlaga di festival film tertinggi dunia tersebut.

Sebelumnya ada Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java), yang resmi ditunjuk Komite Seleksi Oscar sebagai wakil Indonesia untuk berlaga di kategori Best International Feature Film Academy Awards ke-99.

Anak Macan (My Plastic Mother) mengikuti seorang bocah bernama Eki yang tinggal di tempat pembuangan akhir sampah Bantargebang.

Eki menghadapi dilema saat mendapati tugas membawa barang kesukaan ibunya untuk perayaan Hari Ibu di sekolah, sementara Eki sudah lama tak memiliki ibu.

Saat berbincang dengan CNNIndonesia.

com pada Februari 2026, Amar yang baru lulus IKJ tahun lalu mengatakan dirinya merangkum kisah personalnya semasa kecil dan dituangkan menjadi naskah Anak Macan (My Plastic Mother).

Kisah itu kemudian ia angkat menjadi tugas akhirnya bersama teman-temannya di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang dibimbing oleh sutradara Riri Riza.

Amar mengenang bahwa bagian besar dari cerita Anak Macan adalah pengalaman masa kecil, dan banyak momen di masa sekolah yang menjadi core memory baginya.

Ia mengaku dihadapkan pada kenyataan dan dipaksa mengakui bahwa dirinya tidak begitu mengenal atau bahkan tidak ingat ibunya seperti apa orangnya, karena sejak kecil tumbuh jauh dari ibunya.

Bukan cuma naskah Anak Macan yang berasal dari pengalaman pribadi, pemilihan lokasi di Bantargebang juga tak lepas dari pengalaman Amar.

Ia menyebut perkenalannya dengan Bantargebang terjadi pada 2021, dan memutuskan menceritakan kehidupan di sana, khususnya tentang anak yang tinggal di sana.

Sebelumnya kami juga sudah melakukan syuting dokumenter 2021 di Bantargebang dan di situ banyak sekali cerita yang kami dapat, ungkap Amar.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru