Pianis Indonesia Alfred Young Sugiri menerima undangan untuk kembali tampil dalam konser orkestra dan chamber music di panggung Eropa tahun depan.
Undangan itu diperoleh setelah ia tampil sebagai solois utama bersama Hungarian State Symphony Orchestra of Szolnok di ORF Radiokulturhaus, Wina, Austria, pada Kamis (1/10).
"Saya sangat bersyukur masih diberi kepercayaan oleh Yang Di Atas. Happy sekali," kata Alfred sesaat setelah turun dari panggung.
Ia mengaku tidak mudah mendapatkan kepercayaan di panggung musik klasik Eropa, apalagi tampil dan disambut hangat di Wina.
Menurut Alfred, undangan untuk kembali tampil di Eropa tahun depan adalah amanah yang akan ia persiapkan sebaik mungkin.
Tampil 30 Menit Non-stop di Wina
Dalam pertunjukan di Wina, Alfred memainkan tuts piano solo selama 30 menit non-stop bersama 40 musisi orkestra.
Orkestra dipimpin konduktor kawakan asal AS Everett McCorvey, serta violinis Maria Solozobova.
Pianis berusia 35 tahun itu membawakan mahakarya Mozart, Mozart Piano Concerto in A Major No. 23, K. 488.
Penampilannya disambut riuh penonton di auditorium berkapasitas 1.500 hingga 2.000 penonton tersebut.
"Wina adalah Kota Mozart, kota budaya nomor satu di dunia untuk konser. Semua komponis ternama dunia berkumpul dan membuat karya di sini," ujar Alfred.
Ia juga menyebut ada sensasi ngeri karena tampil di panggung dunia dan memainkan karya Mozart langsung di 'rumah' Mozart.
Dengan dukungan orkestra dan konduktor ternama di gedung melegenda, Alfred menilai momen ini menjadi bukti musisi Indonesia mampu berdiri sejajar di kiblat musik klasik dunia.
Penampilan di Wina merupakan kali kedua dalam rangkaian tur Eropa yang ia helat.
Sebelumnya, Alfred menggelar konser privat eksklusif di Hungaria pada 28 September 2026.
Dari pengalaman itu, Alfred percaya berkarya di kancah internasional bukan hal mustahil bagi anak-anak muda Indonesia.
Ia menyebut masih sangat langka musisi asal Indonesia yang diundang tampil di panggung konser musik klasik Eropa.
"Melalui pencapaian ini, saya ingin membuktikan kepada anak-anak muda Indonesia bahwa dihargai dan diakui di panggung orkestra dunia bukan hal yang mustahil untuk diraih," tegasnya.