Kapten Sunderland, Granit Xhaka, menerima putusan pengadilan Swiss berupa denda bersyarat sebesar 150.000 franc Swiss atau sekitar Rp3,2 miliar.
Denda tersebut terkait kepemilikan sertifikat vaksinasi COVID-19 palsu yang diperolehnya pada 2022.
Putusan menetapkan masa percobaan dua tahun, sehingga Xhaka tidak perlu membayar denda selama tidak melakukan pelanggaran hukum lanjutan.
Sanksi terdiri dari 50 denda harian yang masing-masing bernilai 3.000 franc Swiss atau sekitar Rp64,7 juta.
Xhaka juga telah melunasi seluruh biaya pengadilan yang timbul selama proses hukum berlangsung.
Tanggung Jawab dan Pernyataan Xhaka
Melalui akun media sosial pribadinya pada Jumat (9/10/2026), Xhaka menyatakan menerima keputusan pengadilan dan menegaskan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas tindakannya.
Ia menjelaskan bahwa hukuman dijatuhkan melalui putusan singkat.
"Beberapa minggu yang lalu, saya berbicara secara pribadi di sini dan mengatakan bahwa saya akan bertanggung jawab atas keputusan saya.
Saya tetap pada pernyataan itu," tulis Xhaka, dikutip dari Reuters.
Xhaka kemudian menjelaskan bentuk hukuman yang dijatuhkan kepadanya, termasuk besaran denda harian dan masa percobaan yang berlaku.
"Saya dijatuhi hukuman melalui putusan singkat karena memperoleh sertifikat palsu berupa denda yang ditangguhkan sebesar 50 kali tarif harian masing-masing CHF 3.000, dengan masa percobaan dua tahun," tulis Xhaka.
Ketentuan masa percobaan menjadi bagian penting dari putusan tersebut.
Xhaka juga mengonfirmasi bahwa kewajiban pembayaran biaya pengadilan telah diselesaikan.
"Artinya: Hukuman tersebut tidak akan dijalankan jika saya tidak melakukan pelanggaran lebih lanjut selama periode ini. Saya telah membayar biaya pengadilan," tulis Xhaka.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada orang-orang yang memberikan dukungan selama kasus tersebut menjadi perhatian publik.
"Saya menerima keputusan tersebut dan bertanggung jawab atas tindakan saya. Terima kasih atas banyak pesan dukungan selama beberapa minggu terakhir.
Pesan-pesan itu sangat berarti bagi saya," tulis Xhaka.
Kasus ini berawal dari sertifikat yang diperoleh Xhaka pada 2022, ketika aturan kesehatan di Swiss mensyaratkan bukti vaksinasi untuk mengakses berbagai aktivitas dan perjalanan.
Perkara tersebut turut berdampak pada keterlibatannya bersama tim nasional.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Swiss, Peter Knaebel, memutuskan untuk menepikan Xhaka dari skuad utama Timnas Swiss pada agenda jeda internasional terbaru.
Akibat keputusan tersebut, sang kapten harus absen dalam empat pertandingan UEFA Nations League.
Di level klub, Xhaka kembali menjalani persiapan bersama Sunderland menjelang pertandingan melawan Brighton.
Manajer Sunderland, Regis Le Bris, menilai kondisi dan penampilan pemainnya selama sesi latihan pada jeda internasional tetap positif.
Le Bris memilih tidak membahas persoalan hukum yang melibatkan kaptennya dan berfokus pada aspek sepak bola.
Ia menyampaikan penilaiannya berdasarkan pengamatan selama latihan.
"Tidak ada komentar mengenai hal-hal di luar lapangan.
Namun, dari apa yang saya lihat selama jeda internasional, dia berlatih dengan sangat baik," kata Le Bris, dikutip dari Antara, Jumat (9/10/2026).
Pelatih asal Prancis tersebut kembali menekankan bahwa kondisi Xhaka dalam latihan menjadi perhatian utamanya menjelang pertandingan Sunderland berikutnya.
"Itu positif.
Dia berada dalam kondisi yang baik dari sisi sepak bola dan bagi saya, itu yang paling penting," kata Le Bris.