Federal Bureau of Investigation (FBI) menangkap seorang pemain Fortnite asal Alabama, Edward Lee Firth, setelah Epic Games menyerahkan informasi akun terkait dugaan ancaman melalui fitur percakapan suara dalam gim tersebut.
Epic Games menyerahkan data akun itu kepada penyelidik pada September 2026, yang kemudian menghubungkan akun tersebut dengan Firth, mengacu pada dokumen pengadilan federal.
Surat pernyataan federal yang dirilis pada Rabu (7/10/2026) menyebut Epic Games melakukan pengungkapan darurat secara sukarela kepada FBI pada 20 September 2026.
Informasi yang diserahkan mencakup data akun pemain dengan nama pengguna WagesOfNinja.
Penelusuran akun dan bukti percakapan
Penyelidik menelusuri catatan yang tersedia untuk mengidentifikasi pemilik akun tersebut.
Berdasarkan dokumen itu, akun WagesOfNinja telah diakses lebih dari 1.700 kali menggunakan alamat protokol internet (IP) yang berlokasi di Alabama.
Dalam percakapan yang diselidiki, Firth diduga mengucapkan ancaman terhadap FBI.
Pernyataan tersebut tercantum dalam surat pernyataan federal sebagai bagian dari bukti yang digunakan penyelidik.
"Mari kita lihat apakah FBI akan datang ke rumah saya karena saya juga akan menembak bajingan-bajingan itu."
Dokumen tersebut juga menyebut dugaan pernyataan Firth mengenai keinginannya membunuh seseorang.
Ia diduga turut mengungkapkan kemungkinan membunuh petugas polisi dan dirinya sendiri apabila ditangkap.
Untuk memverifikasi bukti percakapan, seorang agen FBI meninjau rekaman audio yang diserahkan kepada tim penyelidik.
Agen tersebut mengonfirmasi bahwa ucapan yang dicantumkan dalam surat pernyataan telah ditranskripsikan secara akurat.
Firth didakwa pada 23 September 2026 atas tuduhan komunikasi ancaman antarnegara bagian.
Sehari setelahnya, ia mengajukan pembelaan tidak bersalah atas dakwaan tersebut.
Perintah penahanan yang diterbitkan pada 29 September 2026 menetapkan bahwa Firth harus tetap berada di fasilitas pemasyarakatan sambil menunggu persidangan.
Berdasarkan dokumen pengadilan, persidangannya diperkirakan berlangsung pada Desember 2026.
Dokumen tersebut tidak menjelaskan secara pasti bagaimana Epic Games pertama kali memperoleh rekaman percakapan yang menjadi dasar penyelidikan.
Namun, sistem pelaporan suara Fortnite dapat merekam lima menit terakhir percakapan pada perangkat pemain ketika fitur tersebut diaktifkan.