unique visitors counter
⌂ Beranda › IPTEK › Orkestrasi AI Enterprise Jadi Kunci Integrasi Data dan Operasional
IPTEK

Orkestrasi AI Enterprise Jadi Kunci Integrasi Data dan Operasional

Ilustrasi integrasi AI dengan data dan operasional perusahaan
A A Ukuran Teks16px

Adopsi kecerdasan artifisial di perusahaan tidak lagi berhenti pada pemasangan teknologi atau menjalankan proyek percontohan.

Tantangan yang lebih besar muncul ketika AI harus dihubungkan dengan data, aplikasi, sistem keamanan, dan proses bisnis yang sudah berjalan.

Tanpa integrasi tersebut, potensi AI berisiko berhenti pada penggunaan terbatas dan tidak memberi dampak nyata bagi efisiensi serta produktivitas perusahaan.

Persoalan itu menjadi sorotan dalam ITG Tech Day 2026 yang digelar di Jakarta belum lama ini.

Acara bertema AI & Enterprise Orchestration Day 2026: Connecting AI, Data & Business Operations at Scale ini membahas cara mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem teknologi dan operasional perusahaan.

Orkestrasi Enterprise Jadi Kunci

Managing Director IT Group Indonesia (ITG), Anthon Danuprasetiyo, menilai AI mulai bergeser dari teknologi eksperimental menjadi bagian dari strategi bisnis.

Perkembangan berikutnya mengarah pada penggunaan AI agents yang dapat berkolaborasi dan bekerja lintas aplikasi.

“AI telah berkembang dari sekadar teknologi eksperimental menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan,” ujar Anthon dalam keterangan resminya, Jumat (9/10/2026).

Ia menjelaskan, AI semakin terintegrasi ke dalam aplikasi enterprise untuk menjalankan tugas yang lebih spesifik.

Ke depan, berbagai AI agents disebut akan semakin mampu berkolaborasi hingga membentuk ekosistem yang bekerja lintas aplikasi.

Menurutnya, perkembangan itu membuat orchestration atau orkestrasi semakin penting agar AI, data, aplikasi, dan proses operasional dapat bekerja secara terintegrasi.

Di lingkungan perusahaan, sistem teknologi biasanya terdiri dari berbagai aplikasi dan infrastruktur yang menjalankan fungsi berbeda.

Ketika AI diterapkan tanpa integrasi memadai, perusahaan masih menghadapi hambatan dalam pertukaran data dan koordinasi antarsistem.

Karena itu, orkestrasi enterprise menjadi pendekatan untuk menghubungkan berbagai komponen tersebut, termasuk infrastruktur, aplikasi, keamanan, dan pemantauan operasional.

Tujuannya bukan sekadar membuat AI tersedia di lebih banyak bagian perusahaan, tetapi memastikan teknologi itu dapat bekerja bersama sistem yang sudah digunakan.

Dalam acara tersebut, ITG memperkenalkan platform AutoHX untuk mengintegrasikan infrastruktur, aplikasi, serta keamanan dalam operasional teknologi informasi terpusat.

Pendekatan orkestrasi enterprise itu diharapkan membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan memaksimalkan hasil investasi kecerdasan artifisial.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru