unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Putusan Finansial Manchester City, Lampard dan Kompany Pilih Menunggu Banding
News

Putusan Finansial Manchester City, Lampard dan Kompany Pilih Menunggu Banding

Frank Lampard dan Vincent Kompany menanggapi putusan finansial Manchester City
Putusan Finansial Manchester City, Lampard dan Kompany Pilih Menunggu Banding
A A Ukuran Teks16px

Putusan pelanggaran finansial yang menjerat Manchester City memicu tanggapan hati-hati dari sejumlah tokoh sepak bola Inggris.

Frank Lampard, Vincent Kompany, dan Matthias Jaissle memilih tidak memberikan penilaian lebih jauh ketika klub tersebut mengajukan banding atas keputusan yang diumumkan pada 29 September 2026.

Menurut laporan Read Newcastle pada 9 Oktober 2026, Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League.

Klub mengajukan banding pada 1 Oktober dan menyatakan keputusan komisi independen mengandung kesalahan material dalam hukum, prinsip, dan fakta.

Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran selama sembilan tahun.

Laporan Goal menyebut komisi independen menemukan pengaturan kontrak komersial semu pada periode musim 2009-10 hingga 2017-18, yang diduga menjadi bagian dari skema pendanaan terselubung untuk meningkatkan pendapatan klub sebesar £830 juta.

Manchester City menolak temuan tersebut dan menilai putusan itu tidak dapat dianggap aman secara hukum.

Proses banding membuat hasil akhir perkara dan kemungkinan sanksi terhadap klub masih belum dipastikan.

Tanggapan Frank Lampard

Mantan pemain Manchester City yang kini menangani Coventry City itu mengakui besarnya perhatian terhadap perkara tersebut.

Namun, Lampard menegaskan dirinya tidak berada di dalam lingkaran yang mengetahui rincian kasus dan memilih menunggu hasil proses hukum.

"Kita semua telah melihat beritanya. Ini jelas berita besar, Manchester City sedang mengajukan banding.

Reaksi saya, apa yang bisa dikatakan ketika proses banding sedang berlangsung?" ujar Lampard.

"Saya tidak berada di dalam perkara ini, saya sepenuhnya berada di luar. Saya bermain untuk Manchester City dahulu, sudah lama sekali, hanya selama satu tahun.

Kita tunggu hasil bandingnya."

"Saya sama sekali tidak mengetahui jadwal prosesnya," kata Lampard.

Lampard juga menolak berspekulasi mengenai dampak perkara terhadap performa tim.

Ia menyatakan tetap menghormati para pelatih karena setiap klub menghadapi situasi dan tantangan yang berbeda.

"Saya tidak mengetahui perkembangan internalnya. Saya memiliki pekerjaan ini dan berbagai hal yang perlu saya tangani.

Saya selalu menghormati seorang pelatih dalam situasi apa pun karena ada banyak hal yang tidak diketahui orang lain."

"Ini memang sesuatu yang kita ketahui, tetapi Manchester City merupakan klub sepak bola besar dengan skuad berkualitas. Kita lihat saja nanti," kata Lampard.

Manchester City kini ditangani Enzo Maresca, yang menggantikan Pep Guardiola pada musim panas 2026.

Menurut laporan Goal, tim tersebut memulai musim dengan catatan maksimal 15 poin dan berada di puncak klasemen Premier League pada saat laporan diterbitkan.

Pernyataan Vincent Kompany

Vincent Kompany, yang pernah menjadi kapten Manchester City selama 11 tahun dan kini melatih Bayern Munich, juga memilih membatasi komentarnya.

Menurut laporan LiveScore pada 9 Oktober 2026, mantan bek asal Belgia itu mengatakan dirinya tidak mengetahui secara mendalam urusan bisnis klub ketika masih menjadi pemain.

"Saya bermain untuk klub itu selama 11 tahun dan menikmati seluruh tahun yang saya habiskan di sana.

Saya sangat bangga dengan semua yang kami capai dan lakukan di lapangan," ujar Kompany.

Kompany meraih empat gelar Premier League bersama Manchester City.

Ia membedakan pengalamannya sebagai pemain dari pengelolaan keuangan klub dan menegaskan fokusnya saat ini berada pada tanggung jawab sebagai pelatih Bayern Munich.

"Sebagai pemain, Anda tidak terlibat dalam semua urusan lainnya.

Sekarang, sebagai pelatih Bayern Munich, saya tidak terlalu memikirkan topik itu karena harus mempersiapkan pertandingan pekan depan, pertandingan yang harus kami menangkan besok, serta semua tanggung jawab saya sebagai pelatih," kata Kompany.

Matthias Jaissle Memilih Netral

Pelatih Newcastle United Matthias Jaissle juga tidak ingin menghakimi Manchester City.

Menurut Read Newcastle, ia menyatakan bahwa penilaian atas perkara tersebut merupakan kewenangan pihak yang menangani proses hukum, sementara Newcastle harus mematuhi aturan yang berlaku.

Jaissle mengalihkan perhatian kepada pertandingan tandang Newcastle melawan Coventry City pada Senin.

Ia ingin para pemain berkonsentrasi pada hasil pertandingan, di tengah tantangan tim yang juga menghadapi sejumlah masalah kebugaran pemain.

Proses banding Manchester City dijadwalkan untuk didengar oleh badan banding dalam waktu 12 minggu sejak pengajuan pada 1 Oktober, sehingga sidang harus berlangsung paling lambat pada akhir Desember 2026.

Menurut Read Newcastle, keputusan banding dijadwalkan keluar dalam waktu 30 hari setelah sidang berakhir, sedangkan penentuan sanksi akan ditangani melalui sidang terpisah.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru