unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Openda Kembali ke Bollaert, Lyon Tanpa Niakhaté dan Tagliafico
News

Openda Kembali ke Bollaert, Lyon Tanpa Niakhaté dan Tagliafico

Loïs Openda kembali ke Bollaert bersama Olympique Lyonnais menghadapi RC Lens
Openda Kembali ke Bollaert, Lyon Tanpa Niakhaté dan Tagliafico
A A Ukuran Teks16px

Olympique Lyonnais harus mengubah susunan lini belakang saat bertandang ke markas RC Lens pada pekan keenam Ligue 1, Jumat malam, 9 Oktober 2026, di Stadion Bollaert-Delelis.

Lyon tampil tanpa dua pemain bertahan utama, sementara Lens menurunkan Florian Sotoca sebagai starter dan bersiap menghadapi Loïs Openda yang kini memperkuat tim tamu.

Lini Belakang Lyon Tanpa Niakhaté dan Tagliafico

Pelatih Lyon Paulo Fonseca kehilangan Moussa Niakhaté akibat masalah pada hamstring setelah membela Senegal melawan Ethiopia.

Menurut laporan lequotidiendusport. fr, bek tersebut diragukan tampil dalam pertandingan Liga Europa melawan Crystal Palace setelah lawatan ke Lens.

Nicolás Tagliafico juga tidak masuk skuad karena baru kembali terlambat dari tugas internasional.

Selain kedua pemain itu, Lyon masih kehilangan Mohamed Ouedraogo yang mengalami robekan ligamen anterior pada lutut kanan dan harus absen dalam jangka panjang.

Untuk mengisi kekosongan di jantung pertahanan, Lyon kembali mengandalkan duet Kluivert dan Bacher.

Keputusan tersebut membuat Fonseca harus menyusun lini belakang tanpa Niakhaté, yang selama ini menjadi salah satu pemain berpengalaman di sektor tersebut.

Fonseca menurunkan Pavel Sulc sebagai pengatur serangan di belakang Openda dan Ernest Nuamah.

Susunan pemain yang diumumkan L'Équipe menempatkan Greif sebagai penjaga gawang, dengan Athekame, Bacher, Kluivert, dan Abner di lini pertahanan.

Openda Kembali ke Bollaert, Sotoca Jadi Starter Lens

Perhatian khusus tertuju pada Openda yang kembali ke stadion tempat ia tampil menonjol bersama Lens.

Menurut suaragarut.

id, penyerang Belgia tersebut mencetak 21 gol dan menyumbang empat assist dalam 38 pertandingan liga bersama Lens, membantu tim itu finis di posisi kedua dan kembali ke Liga Champions.

Openda bergabung dengan Lens pada musim panas 2022 setelah meninggalkan Club Brugge.

Salah satu penampilan terbaiknya terjadi pada 28 Oktober 2022, ketika ia mencetak tiga gol sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 3-0 atas Toulouse.

Pada April 2023, ia kembali mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 atas Monaco.

Setelah meninggalkan Lens, Openda pindah ke Leipzig dengan nilai transfer 43 juta euro.

Ia mencetak 24 gol di liga bersama klub Jerman tersebut dan meraih Piala Jerman sebelum melanjutkan kariernya ke Juventus.

Perjalanannya di Italia tidak berjalan sesuai harapan.

Menurut laporan suaragarut. id yang mengutip Flashscore, Openda hanya mencetak dua gol dalam 36 penampilan bersama Juventus pada musim sebelumnya.

Pada 28 Juli 2026, Lyon dan Juventus mengumumkan kesepakatan peminjaman Openda selama satu musim dengan biaya 3,5 juta euro.

Kesepakatan itu disertai opsi pembelian wajib senilai 42,75 juta euro, setelah Juventus sebelumnya merekrutnya melalui skema peminjaman.

Sejak awal musim 2026-2027, Openda telah mencetak dua gol dan menghasilkan satu assist bersama Lyon.

Ia juga mengungkapkan bahwa masa baktinya di Lens berperan penting dalam perkembangan kariernya.

Dalam wawancara dengan Ligue 1+, Openda mengenang dukungan yang diterimanya selama bermain untuk Lens.

"Lens tentu seperti keluarga saya. Saya menjalani satu tahun yang luar biasa di sana.

Saya mendapatkan kesempatan bermain, kasih sayang, dan kepercayaan. Saya menemukan semua yang saya butuhkan untuk menjadi pemain seperti sekarang ini," ujar Loïs Openda.

Ia juga menjelaskan perubahan kondisi mentalnya setelah melewati masa sulit di Juventus dan menyatakan kembali menikmati sepak bola menjelang kunjungan ke Bollaert-Delelis.

"Saya kembali menemukan senyum itu, senyum kecil seorang anak, senyum seseorang yang bahagia, penuh kepercayaan diri, dan ingin menaklukkan segalanya," ujar Loïs Openda.

Di kubu Lens, pelatih Yannick Cahuzac menunjuk Sotoca sebagai starter untuk pertama kalinya musim ini.

Menurut laporan L'Équipe, penyerang tersebut terakhir kali mengawali pertandingan pada laga penutup musim sebelumnya, ketika Lens juga menghadapi Lyon pada 17 Mei dan kalah 4-0.

Lens juga menghadapi keterbatasan personel.

Menurut suaragarut.

id, Jean-Clair Todibo dipastikan absen, Abdallah Sima mengalami cedera setelah menjalani tugas internasional, sedangkan Maik Nawrocki masih menjalani pemulihan cedera ligamen lutut.

Di sisi lain, Saud Abdulhamid, Yacine Titraoui, dan Samson Baidoo kembali tersedia untuk menambah pilihan Cahuzac.

Susunan pemain Lens yang diumumkan L'Équipe terdiri atas Risser; Gradit, Ganiou, Antonio; Aguilar, Titraoui, Cuisance, Udol; Thauvin sebagai kapten; serta Édouard dan Sotoca.

Cahuzac mengakui kualitas mantan pemain Lens tersebut dan menilai perkembangannya selama membela klub Prancis itu bukan sesuatu yang mengejutkan.

Pelatih Lens itu juga menyoroti kekuatan Lyon yang belum terkalahkan dan memiliki catatan pertahanan terbaik di antara tim-tim papan atas menurut laporan suaragarut.

id.

"Kami tidak terkejut melihatnya berada di level tersebut. Meskipun ia mengalami musim yang sulit tahun lalu, ia adalah pemain yang sangat bagus.

Kami melihatnya berkembang pesat bersama kami dan akan senang bertemu dengannya kembali. Lyon adalah salah satu tim kuat di kompetisi kami.

Mereka termasuk tiga tim yang belum kalah dan memiliki pertahanan terbaik. Kami tahu akan menghadapi lawan yang tangguh pada Jumat," ujar Yannick Cahuzac.

Jonathan Gradit, bek Lens yang pernah bermain bersama Openda, menilai kecepatan sang penyerang dan kemampuannya memanfaatkan ruang di belakang pertahanan sebagai ancaman utama.

Gradit juga mengenang hubungan mereka selama berada di klub yang sama.

"Saya ingin tahu bagaimana cara menghentikannya agar bisa menjawab pertanyaan itu. Ia memiliki banyak kualitas.

Selain sebagai pemain, saya ingin menyoroti sosoknya sebagai manusia selama berada di sini.

Ia luar biasa, kami melewati banyak momen indah dan memiliki kenangan bersama yang akan selalu melekat.

Sebagai pemain, ia memiliki kecepatan yang mengesankan dan berkali-kali membantu kami keluar dari situasi sulit. Sebagai bek, saya senang mengirim bola ke ruang di belakang pertahanan untuknya.

Sayangnya bagi kami, para bek lawan juga akan mencoba melakukan hal yang sama, sehingga kami harus cerdas untuk mengatasi kecepatannya," ujar Jonathan Gradit.

Menurut laporan suaragarut. id yang mengutip Flashscore, Cahuzac mengambil alih tim setelah Dino Toppmöller meninggalkan Lens menyusul enam pertandingan.

Lens baru meraih satu kemenangan di liga, sementara Lyon datang dengan catatan belum terkalahkan dan baru kebobolan dua gol.

Rekor pertemuan di kandang Lens juga menjadi bagian dari latar pertandingan.

Menurut lensois.

com, dari 55 pertemuan di markas Lens, tuan rumah mencatat 27 kemenangan, 13 hasil imbang, dan 15 kekalahan dari Lyon, dengan total 96 gol dicetak dan 69 gol kebobolan.

Khusus pertandingan Ligue 1 di kandang Lens, catatan kedua tim menunjukkan 26 kemenangan untuk Lens, 12 hasil imbang, dan 13 kemenangan bagi Lyon.

Namun, Lens memasuki laga ini setelah dua pertandingan kandang berturut-turut tanpa kemenangan maupun gol melawan Lyon, termasuk kekalahan 0-1 pada awal musim sebelumnya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru