Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.6 mengguncang Panama pada Jumat pagi, menggoyang bangunan di ibu kota dan memicu evakuasi warga.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada sekitar 10 kilometer barat daya komunitas terpencil Pitaloza Arriba, di Provinsi Herrera bagian tengah.
Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer dan getarannya terasa hingga negara tetangga, Kolombia.
Warga Panama City yang panik berhamburan ke luar rumah dan menunggu informasi mengenai dampak gempa.
Rosendo Domínguez, 60 tahun, warga Provinsi Herrera, mengatakan kepada The Associated Press melalui telepon bahwa guncangan sangat kuat hingga menjatuhkan barang-barang di dapur.
"Kami baik-baik saja, tapi sangat takut. Semua orang di luar, ketakutan," ujarnya.
Gempa susulan terus mengguncang jalan-jalan pada Jumat setelah gempa utama.
Layanan Cuaca Nasional mengeluarkan peringatan tsunami untuk pesisir Panama, Kolombia, Ekuador, Nikaragua, dan Guatemala.
Presiden Panama José Raúl Mulino menyerukan ketenangan melalui X: "Apa yang terjadi tidak boleh digunakan untuk menimbulkan kepanikan atau kekacauan."
Omar Smith dari Layanan Perlindungan Sipil Nasional mengatakan kepada saluran berita Telemetro Reporta bahwa kerusakan terkonsentrasi di provinsi tengah Veraguas, Herrera, dan Los Santos.
Ia menambahkan tidak ada laporan kerusakan di ibu kota, yang dikenal dengan ratusan gedung pencakar langitnya.
Video yang disiarkan media lokal menunjukkan sebuah katedral Katolik runtuh dan bagian fasad hotel jatuh menimpa mobil di kota Penonomé, Provinsi Coclé.
Belum ada laporan korban jiwa segera setelah gempa.
Panama terletak di sepanjang "Cincin Api," busur gunung berapi dan garis patahan sepanjang 40.000 kilometer di sekitar Basin Pasifik, tempat sebagian besar gempa dunia terjadi.
Badan Perlindungan Sipil Panama menyatakan sedang menyelidiki kemungkinan kerusakan di wilayah dekat episentrum.
