Pemerintah Jepang menyiapkan skenario evakuasi bagi ribuan wisatawan asing apabila Gunung Fuji meletus. Rencana kesiapsiagaan ini difokuskan pada kawasan wisata Fujikawaguchiko dan Danau Kawaguchi yang ramai dikunjungi turis mancanegara.
Meski begitu, perlu ditegaskan bahwa langkah ini murni bentuk antisipasi. Hingga kabar ini diterbitkan, tidak ada tanda-tanda erupsi dalam waktu dekat. Badan Meteorologi Jepang menyatakan status aktivitas Fuji masih berada di level 1, yakni level terendah. Gunung tertinggi di Jepang itu terakhir kali meletus pada tahun 1707.
Fokus pada Wisatawan Asing
Dalam rencana yang disusun, pemerintah pusat berkoordinasi dengan pemerintah daerah, perwakilan diplomatik negara lain, operator transportasi, serta pengelola bandara. Skemanya mencakup penyediaan informasi darurat dalam berbagai bahasa, penyiapan tempat penampungan sementara, hingga pengangkutan wisatawan menggunakan bus dan moda lain menuju lokasi aman atau bandara.
Simulasi Pekan Ini di Yamanashi
Sebagai bagian dari persiapan, Prefektur Yamanashi menggelar latihan evakuasi pada pekan ini. Skenario yang dimainkan adalah status aktivitas Fuji naik ke level 3.
Dalam simulasi tersebut, sekitar 2.000 wisatawan asing yang berada di Stasiun Kawaguchiko dievakuasi menggunakan bus dan kereta wisata menuju pusat transportasi utama. Perwakilan sejumlah kedutaan besar turut dilibatkan, di antaranya Amerika Serikat dan Thailand.
Latihan semacam ini menunjukkan keseriusan Jepang melindungi wisatawan mancanegara dari risiko bencana, sekaligus memastikan jalur evakuasi dan komunikasi darurat benar-benar siap sebelum dibutuhkan.
Pemerintah setempat menyadari wisatawan asing adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi, karena kendala bahasa dan ketidaktahuan soal jalur evakuasi. Karena itu, skenario penyelamatan dirancang sedetail mungkin, mulai dari pengumuman darurat yang mudah dipahami turis, titik kumpul yang jelas, sampai kesiapan armada pengangkut menuju bandara terdekat.
Dengan persiapan berlapis tersebut, Jepang berharap dampak terhadap manusia bisa ditekan seminimal mungkin jika suatu saat Fuji benar-benar menunjukkan aktivitas berbahaya.