unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Orang Utan Ira Dievakuasi Malam Hari dari Hutan Bekas Terbakar
News

Orang Utan Ira Dievakuasi Malam Hari dari Hutan Bekas Terbakar

Ilustrasi orang utan di kawasan hutan bekas kebakaran
Orang Utan Ira Dievakuasi Malam Hari dari Hutan Bekas Terbakar
A A Ukuran Teks16px

Seekor orang utan betina bernama Ira berhasil diselamatkan dari atas pohon setinggi sekitar 10 meter di kawasan hutan bekas kebakaran di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Proses evakuasi melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, Yayasan Orangutan Foundation International, serta aktivis lingkungan Sampit.

Penyelamatan berlangsung hingga malam hari karena tim harus menghadapi medan gelap, jalur sempit, dan sisa pepohonan yang terbakar.

Pemantauan Sejak Pagi hingga Proses Evakuasi Malam

Keberadaan Ira diketahui di kawasan hutan Jalan Tjilik Riwut Km 9, jalur Sampit-Kota Besi.

Setelah menerima laporan warga sekitar pukul 10.00 WIB pada Rabu (14/10/2026), petugas mendatangi lokasi untuk mengamati pergerakan Ira sembari menunggu tim penyelamat.

Tim baru memulai perjalanan menuju titik keberadaan Ira sekitar pukul 18.30 WIB.

Petugas menggunakan sepeda motor untuk mendekati lokasi, lalu melanjutkan dengan berjalan kaki melalui jalur yang sempit.

Penerangan yang terbatas, permukaan tanah tidak rata, ranting lebat, serta tunggul kayu bekas terbakar membuat petugas harus bergerak hati-hati.

Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, menjelaskan bahwa posisi Ira di antara ranting-ranting pohon menjadi kendala utama.

Kondisi itu menyulitkan petugas menentukan titik aman untuk melakukan pembiusan.

"Saat ditemukan, Ira berada di atas pohon dengan ketinggian sekitar 10 meter. Rimbunnya ranting membuat petugas kesulitan mendapatkan posisi yang aman untuk melakukan pembiusan," ujar Muriansyah.

Untuk mengarahkan Ira ke posisi yang lebih mudah dijangkau, petugas beberapa kali memukul batang pohon.

Upaya itu dilakukan secara terkendali agar pergerakan satwa tidak menimbulkan risiko cedera bagi Ira maupun tim penyelamat.

Setelah sejumlah percobaan, petugas akhirnya berhasil membius orang utan betina tersebut.

Namun, keberhasilan pembiusan belum membuat Ira dapat langsung diturunkan karena tubuhnya masih tersangkut di antara ranting pohon.

"Setelah beberapa kali percobaan, petugas berhasil membius Ira. Namun, tubuhnya tidak langsung jatuh karena masih tersangkut di antara ranting-ranting pohon," kata Muriansyah.

Petugas kemudian kembali memeriksa posisi tubuh Ira untuk memastikan proses penurunan dapat dilakukan dengan aman.

Mereka harus memperhitungkan kondisi ranting dan lingkungan sekitar sebelum melanjutkan evakuasi.

Lokasi penyelamatan yang dipenuhi bekas kebakaran membuat setiap tahap penanganan perlu dilakukan secara perlahan.

Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko cedera pada Ira selama proses pemindahan dari pohon.

Rangkaian penyelamatan ini berlangsung setelah pemantauan sejak pagi hingga malam hari.

Tim gabungan harus mengatasi kendala akses, minimnya cahaya, dan posisi satwa di ketinggian sebelum berhasil melakukan pembiusan terhadap Ira.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru