AKBP Dr. Edy Herwiyanto, S.H., M.H., M.Kn. kini memimpin Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya. Di momen Hari Bhayangkara ke-80, jajarannya diganjar enam penghargaan atas keberhasilan mengungkap enam kasus besar yang menyita perhatian publik.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan. Apresiasi ini bersifat kolektif untuk kinerja Satreskrim Polrestabes Surabaya, bukan enam penghargaan pribadi dengan nama terpisah.
Enam Kasus Besar di Balik Penghargaan
Kasus pertama adalah jaringan skimming dan penipuan siber internasional dengan korban ribuan warga Jepang. Sebanyak 42 warga negara asing diamankan, terdiri dari 38 warga Tiongkok dan 4 warga Jepang, lewat kerja sama dengan kepolisian Jepang dan Tiongkok, dan kasusnya masih terus dikembangkan.
Lima kasus lainnya adalah penculikan lansia berusia 80 tahun dengan kerugian korban mencapai Rp2,9 miliar, jambret yang menewaskan seorang ASN, pembunuhan di Simokerto, pembunuhan satpam Perumahan Darmo Satelit yang terungkap kurang dari 24 jam, serta sindikat joki UTBK-SNBT di Unesa dengan 9 tersangka.
Kerja Tim dan Komitmen Presisi
Menanggapi apresiasi itu, Edy menegaskan penghargaan tersebut adalah hasil kerja seluruh anggota Satreskrim, bukan dirinya seorang. Ia menyatakan komitmen pelayanan Presisi yang humanis, dengan penegakan hukum tanpa pandang bulu, tidak tajam ke bawah dan tidak tumpul ke atas. Kapolrestabes sendiri menyatakan bangga atas kerja keras, dedikasi, dan profesionalisme Edy beserta jajarannya.
Karier dari Secapa, Bukan Akpol
Edy mengawali karier kepolisiannya dari Secapa, lulus pada 2003, bukan dari Akpol. Ia pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Blitar pada 2009, Kasat Reskrim Polresta Kediri Kota pada 2011, Kasat Reskrim Polres Kediri pada 2012, dan Kasat Reskrim Polres Tulungagung pada 2014. Ia juga pernah menjabat Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya pada 2021 serta Kasubdit III Tipikor Ditkrimsus Polda Jatim, sebelum kini memimpin Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Doktor Hukum dan Ayah Wali Kota Kediri
Di bidang pendidikan, Edy meraih S1 Hukum di Universitas Bhayangkara Surabaya, melanjutkan S2 Magister Kenotariatan dan Magister Hukum, hingga meraih gelar Doktor Hukum dari Universitas Brawijaya.
Edy menikah dengan Siskawati dan dikaruniai empat anak. Salah satunya adalah Vinanda Prameswati, Wali Kota Kediri yang lahir pada 12 Juni 1998 dan termasuk wali kota termuda di Indonesia. Menariknya, perwira kelahiran Nganjuk, 28 Oktober 1970 ini tepat berusia 56 tahun hari ini, Rabu 28 Oktober 2026.