Mikel Arteta menegaskan pentingnya menghormati proses dan tenggat waktu terkait kasus keuangan Manchester City.
Pelatih Arsenal itu memilih tidak berkomentar lebih jauh sebelum persoalan tuntas.
Manchester City dinyatakan bersalah atas tuduhan terkait peraturan keuangan selama sembilan musim.
Pelanggaran yang dituduhkan terjadi dalam rentang 2009-2010 dan 2017-2018.
Dalam periode tersebut, The Citizens berhasil menyabet tiga gelar Liga Inggris.
Sejumlah pihak mendorong Premier League memberikan hukuman berat kepada Manchester City.
Opsi yang disebut mencakup denda besar, pengurangan poin, hingga degradasi ke kasta terbawah.
Sikap Arteta dan Carrick
Arteta pernah menjadi bagian dari Manchester City dan bekerja bersama Pep Guardiola selama tiga tahun sejak 2016.
Ia menilai seluruh pihak perlu menghormati mekanisme yang sedang berjalan.
"Saya sepenuhnya memahami pertanyaan tersebut, tetapi jelas saya pikir sangat penting bahwa kita menghormati proses dan tenggat waktu," jelas Mikel Arteta.
Arteta menegaskan kasus tersebut masih berlangsung karena adanya pengajuan banding.
Ia dan klubnya memilih tidak memberikan komentar tambahan sebelum persoalan benar-benar tuntas.
"Ini masih merupakan proses yang sedang berlangsung dan belum terselesaikan, karena telah diajukan banding, dan posisi saya, dan posisi klub, adalah untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut sampai ini sepenuhnya terselesaikan," sambung Mikel Arteta.
Terkait kemungkinan pengaruh kasus tersebut terhadap performa Manchester City, Arteta mengaku tidak mengetahui dampaknya.
Ia menyebut kondisi itu berada di luar kendali timnya.
"Saya tidak tahu, itu bukan sesuatu yang bisa kami kendalikan.
Yang bisa kami kendalikan adalah bagaimana kami mempersiapkan diri sejak semua pemain internasional kembali, untuk berada dalam kondisi terbaik agar lebih baik dari Leeds besok dan mengalahkan mereka.
Di situlah fokus kami," ujar Mikel Arteta.
Michael Carrick juga memilih menunggu penyelesaian kasus Manchester City sebelum memberikan banyak komentar.
Ia menilai masih ada banyak hal yang belum dapat dibicarakan.
Carrick pernah menjadi bagian dari Manchester United ketika tim tersebut gagal meraih gelar pada musim 2011-2012.
Saat itu, Manchester City menjadi juara Liga Inggris.
Meski memiliki kaitan dengan persaingan gelar tersebut, Carrick tidak ingin terburu-buru membahas kemungkinan perubahan hasil.
Baginya, momen yang telah terjadi tidak dapat diulang.
"Sulit untuk mengatakannya dalam banyak hal. Ini memunculkan banyak pertanyaan.
Ini masih berlangsung, dan hanya sedikit yang bisa saya katakan," kata Michael Carrick dikutip dari Manchester Evening News.
Carrick berharap penyelesaian kasus dapat segera memberikan kepastian bagi semua pihak yang berkaitan.
Ia tetap menunggu perkembangan selanjutnya sebelum mengambil sikap.
"Kita harus melihat bagaimana kelanjutannya.
Semakin cepat masalah ini terselesaikan untuk semua orang, semakin baik," jelas Michael Carrick dikutip dari Manchester Evening News.
Mengenai kemungkinan gelar 2011-2012 berubah kepemilikan, Carrick menyebut hal tersebut tidak mengubah perasaannya terhadap kejadian pada saat itu.
"Saya rasa itu tidak mengubah perasaan Anda saat itu.
Anda tidak bisa menariknya kembali, jadi apa pun hasilnya, dan saya sebenarnya tidak ingin membicarakan kemungkinan hasilnya, tetapi apakah kami akhirnya mendapatkan...
[trofi], itu tidak mengubah momen itu, kami tidak bisa mendapatkannya kembali," kata Carrick.
