unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Digital Forensik Uji Alur Penyebaran Video VC Ruben Onsu
News

Digital Forensik Uji Alur Penyebaran Video VC Ruben Onsu

Ilustrasi analisis forensik digital video call
Digital Forensik Uji Alur Penyebaran Video VC Ruben Onsu
A A Ukuran Teks16px

Pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat menganalisis video video call Ruben Onsu yang beredar setelah disebarkan Sarwendah.

Analisis itu menilai aspek teknis rekaman, mulai dari sumber file hingga kemungkinan proses penyuntingan.

Dilansir dari Tribun Style, Abimanyu menilai keaslian video belum dapat dipastikan hanya dari materi yang tersebar di media.

Ia menyebut digital forensik perlu menelusuri sumber asli rekaman dan alur penyebarannya.

Asal-usul File dan Konsep 4R

Catatan pertama Abimanyu berkaitan dengan asal-usul file.

Ia menyoroti bahwa rekaman tersebut beredar melalui pihak lain sehingga perlu diketahui bagaimana file diperoleh sebelum dianalisis.

"Kenapa saya perlu mengetahui kayak gitu, karena dokumen tersebut tidak disebar oleh pihak yang bersangkutan, dalam arti lawan bicaranya langsung, tetapi dari pihak yang lainnya lagi," ujar Abimanyu Wachjoewidajat, pakar telematika.

Abimanyu juga memperhatikan bentuk rekaman percakapan yang beredar.

Menurutnya, rangkaian percakapan perlu dilihat secara utuh dengan menelusuri urutan dan rentang waktu materi.

"Yang namanya chatting itu pasti ujung ke ujung panjang," ujar Abimanyu Wachjoewidajat, pakar telematika.

Ia memperkenalkan konsep 4R yang mencakup rentang, reka, rangkai, dan runut untuk membantu penelusuran materi digital.

Potongan rekaman tidak otomatis membuktikan adanya rekayasa.

Bagian wajah yang diburamkan menjadi perhatian berikutnya.

Abimanyu menjelaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan adanya tahap penyuntingan, tetapi belum berarti isi video telah dimanipulasi.

"Berarti itu sudah ada suatu tahapan editan yang dilakukan.

Bukan berarti editan di sini rekayasa ataupun manipulatif sifatnya, tetapi sudah masuk tahapan editing di mana ada wajah yang diblur," jelas Abimanyu Wachjoewidajat, pakar telematika.

Abimanyu menyebut pemeriksaan lebih lanjut idealnya dilakukan terhadap dokumen asli.

Pemeriksaan itu dapat mencakup analisis kemungkinan penggunaan kecerdasan buatan pada unsur visual maupun audio.

"Kalau pertanyaannya sekarang apakah itu kemudian editan atau bukan, beneran atau tidak, menurut saya terlalu cepat," ujar Abimanyu Wachjoewidajat, pakar telematika.

Ia juga menanggapi kualitas video yang terlihat jernih.

Menurutnya, salinan data digital dapat memiliki kualitas yang sama dengan sumber aslinya karena berbeda dengan penggandaan dokumen fisik.

"Kalau data digital, itu riil benar-benar identik antara sumber aslinya (masternya) dengan hasil salinannya," kata Abimanyu Wachjoewidajat, pakar telematika.

Hingga wawancara tersebut dilakukan, Abimanyu belum menerima data langsung dari pihak terkait untuk pemeriksaan lebih mendalam.

Ia juga belum memberikan kesimpulan akhir mengenai keaslian video tersebut.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru