unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Padu Padan Kemeja dan Dasi Bermotif Tetap Rapi dan Ekspresif
News

Padu Padan Kemeja dan Dasi Bermotif Tetap Rapi dan Ekspresif

Pria mengenakan kemeja dan dasi bermotif tetap rapi
Padu Padan Kemeja dan Dasi Bermotif Tetap Rapi dan Ekspresif
A A Ukuran Teks16px

Penampilan formal pria bisa tampil lebih ekspresif lewat perpaduan kemeja dan dasi dengan motif berbeda.

Panduan penata gaya menekankan pemilihan warna, karakter pola, potongan pakaian, dan aksesori agar keseluruhan tampilan tetap serasi.

Kombinasi ini tidak menuntut motif yang sama atau warna polos.

Perpaduan pola yang tepat dapat memberi karakter pada busana kerja maupun pakaian acara resmi tanpa menghilangkan kesan rapi.

Keberanian memadukan motif

Holly Macnaghten, penata gaya yang pernah menangani Regé-Jean Page dan Rish Shah, menilai keberanian menggabungkan motif memperlihatkan pemahaman seseorang terhadap mode.

“Lebih dari segalanya, menurut saya ini menunjukkan bahwa pemakainya tahu apa yang mereka lakukan dalam hal mode.

Gaya ini muncul dari keberanian untuk menjauh dari pilihan klasik yang bisa dipadukan siapa saja,” kata Macnaghten, dikutip dari majalah GQ.

Menurut Macnaghten, karakter formal pada pakaian bisa diseimbangkan dengan pola yang lebih beragam. Perbedaan antara garis yang teratur dan motif yang tampak ramai justru dapat menghasilkan kombinasi menarik.

“Memadukan garis-garis rapi dari pakaian formal dengan motif dan pola yang berantakan menciptakan keseimbangan tak terduga yang menunjukkan kepribadian dan rasa humor,” ujar Macnaghten.

Bagi pemula, kemeja bergaris berwarna biru atau cokelat dapat menjadi dasar bereksperimen.

Padukan dengan dasi sutra bermotif hijau, kuning, biru, atau cokelat, dan dasi bergaya vintage juga bisa dipertimbangkan.

Warna yang masih berada dalam kelompok nuansa kalem dapat membantu menjaga keselarasan. Sebagai contoh, kemeja cokelat tanah bisa dipasangkan dengan dasi hijau lumut atau kuning mustard.

Potongan pakaian dan aksesori

Perpaduan motif tidak harus mengikuti formula kaku. Macnaghten menganjurkan pemakainya mencoba berbagai kombinasi dan menilai hasilnya secara langsung.

“Percayai mata dan insting Anda dan jangan terikat pada aturan,” katanya.

Salah satu pendekatan yang bisa dicoba ialah memasangkan kemeja bergaris halus dengan dasi bermotif lebih menonjol.

Pilihannya mencakup pola bintik-bintik, kotak-kotak, atau paisley, yaitu ornamen dekoratif dengan bentuk menyerupai tetesan air.

Andrew Garfield pernah tampil dengan kemeja hijau, rompi bermotif, dan dasi paisley. Penampilan tersebut memperlihatkan penggunaan beberapa unsur bermotif dalam satu rangkaian busana.

Penata gaya Daniel D’Armas juga menyukai dasi dengan paisley berukuran kecil, garis-garis resimen Inggris, serta gambar hewan atau benda berukuran mungil.

Eksperimen motif bahkan dapat dilakukan dengan memadukan dua pola kotak-kotak.

D’Armas pernah menggabungkan kemeja kotak-kotak dan dasi kotak-kotak berbahan tweed untuk menghasilkan gaya elegan yang terinspirasi dari busana pedesaan Inggris.

Meski menyukai sejumlah pola, D’Armas memiliki preferensi tersendiri terhadap motif bunga pada dasi.

“Secara pribadi saya tidak suka dasi bermotif bunga.

Saya merasa agak ketinggalan zaman, sangat bergaya pekerja kantoran akhir tahun sembilan puluhan, awal tahun 2000-an,” ungkap D’Armas.

Menurut D’Armas, kemeja dan dasi yang sama-sama memiliki motif kuat tetap dapat dikenakan bersama.

Peragaan busana Paul Smith untuk koleksi musim semi dan panas 2026 menjadi contoh pendekatan tersebut.

Selain kombinasi warna dan pola, bentuk pakaian turut menentukan hasil akhir.

Mitchell Belk, direktur mode majalah Port, menyarankan agar kemeja dimasukkan ke celana dengan tetap memberikan ruang gerak yang nyaman.

“Setelah saya memasukkan kemeja, saya mengangkat bahu untuk sedikit mengeluarkan kemeja agar tidak merasa terlalu terkekang sepanjang hari,” kata Belk.

Penataan kerah dapat disesuaikan dengan kebutuhan acara.

Untuk situasi formal, kancing kerah bisa ditutup dan dasi dikenakan secara rapi, sementara kerah yang lebih terbuka serta lengan yang digulung sesuai untuk suasana santai pada siang hari.

Celana bahan maupun celana berpotongan lebar dengan lipatan yang tertata dapat menjadi pelengkap. Sepatu loafer juga bisa digunakan untuk mendukung penampilan tersebut.

Bentuk dasi dan kerapian simpulnya tidak boleh diabaikan ketika memilih motif. D’Armas menilai kedua unsur ini memiliki peran penting dalam membentuk tampilan yang matang.

“Yang lebih penting daripada motifnya adalah bentuk dasi dan simpul yang Anda gunakan,” terangnya.

D’Armas mengingatkan bahwa dasi yang terlalu tipis atau simpul yang kurang tertata dapat membuat penampilan terlihat kurang dewasa.

Karena itu, pemilihan pola sebaiknya berjalan seiring dengan perhatian terhadap bentuk dan cara mengenakan dasi.

Bagi yang ingin mencoba kombinasi lebih berani, tiga motif sekaligus dapat digunakan dalam satu penampilan.

Contohnya ialah dasi bergaris, kemeja bergaris, dan setelan jas yang juga memiliki garis tipis.

Aksesori tambahan perlu dipilih dengan mempertimbangkan hubungan warnanya dengan dasi. D’Armas menyarankan sapu tangan saku bermotif bintik kecil dengan warna yang senada atau kontras terhadap dasi.

Warna kaus kaki juga perlu diperhitungkan sebagai bagian dari keseluruhan busana.

Dengan memperhatikan hubungan warna, motif, potongan pakaian, dan aksesori, perpaduan kemeja serta dasi bermotif dapat menghadirkan penampilan yang berkarakter tanpa mengabaikan kerapian.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru