Matcha sering dianggap minuman yang lebih ringan dibandingkan kopi. Namun, matcha tetap mengandung kafein alami yang dapat memengaruhi kewaspadaan dan respons tubuh.
Kandungan kafein dalam matcha tidak selalu sama. Jumlahnya bergantung pada kualitas bubuk, banyaknya bubuk yang dipakai, dan cara penyajiannya.
Matcha Mengandung Kafein Alami
Matcha dibuat dari daun teh hijau yang digiling hingga menjadi bubuk halus.
Berbeda dengan teh hijau biasa yang diseduh lalu daunnya dipisahkan, matcha dikonsumsi bersama bubuk yang dilarutkan dalam air.
Kafein adalah senyawa alami yang bekerja sebagai stimulan sistem saraf pusat. Zat ini dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk untuk sementara.
Selain kafein, matcha mengandung L-theanine, asam amino yang secara alami terdapat dalam teh. Sejumlah penelitian menunjukkan kombinasi kafein dan L-theanine berpotensi mendukung perhatian serta konsentrasi.
Namun, respons setiap orang berbeda. Matcha tidak selalu menghasilkan efek yang lebih tenang atau bebas dari jantung berdebar dibandingkan kopi.
Matcha juga mengandung katekin, termasuk epigallocatechin gallate (EGCG), yang merupakan senyawa antioksidan. Kandungan itu tidak membuat matcha bebas dari efek samping kafein.
Konsumsi berlebihan dapat memicu kegelisahan, jantung berdebar, sakit kepala, gangguan pencernaan, atau kesulitan tidur. Risiko ini terutama dialami orang yang sensitif terhadap kafein.
Orang yang sedang membatasi kafein sebaiknya memperhitungkan konsumsi matcha bersama sumber kafein lain. Sumber tersebut meliputi kopi, teh, cokelat, dan minuman energi.
Sebagai gambaran umum, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyebutkan asupan hingga 400 miligram kafein per hari umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif bagi kebanyakan orang dewasa sehat.
Angka tersebut bukan batas yang cocok untuk semua orang. Ibu hamil atau individu dengan kondisi kesehatan tertentu perlu berhati-hati.
Perbandingan Kafein Matcha dan Kopi
Kadar kafein matcha dan kopi tidak selalu sama. Perbedaan ini dipengaruhi bahan baku, takaran, serta metode penyeduhan.
Sebagai perkiraan, satu sajian matcha dari sekitar 1–2 gram bubuk dapat mengandung kurang lebih 30–70 miligram kafein.
Produk dan resep tertentu bisa menghasilkan jumlah berbeda.
Satu sajian standar matcha umumnya memiliki kandungan kafein lebih rendah daripada secangkir kopi seduh. Meski begitu, matcha tetap dapat memengaruhi tubuh karena kafeinnya.